Budaya Siri’ Na Pacce dan Sipakatau dalam Interaksi Sosial Masyarakat Sulawesi Selatan

Author(s)
Auliah Safitri (Department of Civic Education, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta)
Suharno Suharno (Department of Civic Education, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta)
Abstract
The plurality of Indonesian, beside of becoming a property, also becoming a boomerang for the unity of a nation. The conflict that arises will not resolve if they are left casually. The disputes can be overcome and avoided if the society can build positive social interaction among fellow. Therefore, in facing conflicts, it is necessary to realize that an ethnic group is not a social group that must be considered by, however, a local knowledge that is store in a culture of ethnic groups. This research aims to determine the social interaction of South Sulawesi’s communities, namely the ethnic of Bugis, Makassar, Mandar, and Toraja. Those four ethnics have had cultural characteristics that have been being a customs and philosophies of their lives because they have normative elements values that can bind their members. This research is compiled through a literature study in which the data obtained from various books and journals. The result reveals that the ethnics of South Sulawesi have been building social interaction based on the culture of Siri’ Na Pacce and Sipakatau, which are the main foundation in building positive communication among fellow. Those cultures must be well implemented and maintained in building social interaction.
Keywords
Siri’ Na Pacce; Sikapatau; Social Interaction
Klik untuk membaca artikel penuh
Pdf
References

Anggraini, S., Afrizal., & Indraddin. (2017). Regulasi Konflik Pemilu (Studi Kasus Resolusi Konflik Pilkada 2015 dan Persiapan Pemilu 2019 Di Kabupaten Sijunjung). Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 21(2), 177-184.

Dharmawan, L. (2019). Konstruksi Konflik dan Elemen-Elemen Budaya pada Kasus Pembakaran Bendera HTI. Jurnal Resolusi Konflik, CSR, dan Pemberdayaan, 4(1), 51-55.

Darwis, R., & Dilo, A. U. (2012). Implikasi Falsafah Siri’ Na Pacce pada Masyarakat Suku Makassar Di Kabupaten Gowa. El Harakah, 14(2), 186-205.

Hamid, A., Farid, Z. A., Mattulada., Lopa, B., & Salombe, C. (2007). Siri’ & pesse: Harga diri manusia Bugis, Makassar, Mandar, Toraja. Makassar: Pustaka Refleksi

Hasbullah. (2012). Rewang: Kearifan Lokal Dalam Membangun Solidaritas Dan Integrasi Sosial Masyarakat Di Desa Bukit Batu Kabupaten Bengkalis. Jurnal Sosial Budaya, 9(2), 231-243.

Hijriani., & Herman. (2018). The Value of Siri’ na Pacce as an Alternative to Settle Persecution. Padjajaran Journal of Law, 5(3), 558-580.

Irwandi., & Chotim, E. R. (2017). Analisis Konflik antara Masyarakat, Pemerintah, dan Swasta. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 7(2), 24-42.

Kaddi, S. M., & Dewi, S. R. (2017). Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi, Sipattokong (Studi Komunikasi Antarbudaya Perantau Bugis di Kota Palu, Sulawesi Tengah). Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi, 01(01), 347-357.

Kinasih, K. P., & Dahliyana, A. (2018). Membangun Solidaritas Peserta Didik Melalui Kegiatan Bakti Sosial Organisasi Siswa Intra Sekolah, Jurnal Sosioreligi, 16(1), 22-28.

Koentjaraningrat, (eds) (1995). ‘Manusia dan Kebudayaan di Indonesia’, Edisi 15 Jakarta: Djambatan.

Larasati, D. (2018). Globalisasi Budaya dan Identitas: Pengaruh dan Eksistensi Hallyu (KoreanWave) versus Westernisasi di Indonesia. Jurnal Hubungan Internasional,11(1), 109-120.

Magfirah, S. (2016). Siri’ Na Pacce dalam Suku Makassar Perspektif Al-Qur‘An dan Hadis. TAHDIS, 7(2), 158-170.

Mahmud. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Maida, N. (2016). Seminar Nasional “Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Membentuk Karakter Bangsa dalam Rangka Daya Saing Global”, 29 Oktober 2016, Makassar, pp. 327-334.

Mattulada, (1995). Kebudayaan, Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup. Makassar: Hasanuddin University Press.

Muslim, A. (2013). Interaksi Sosial dalam Masyarakat Multietnis. Jurnal Diskursus Islam, 1(3), 484-494.

Ndaumanu, F. (2018). Kebijakan Pemerintah Daerah Terhadap Upaya Perlindungan Dan Penghormatan Masyarakat Hukum Adat Di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal HAM, 9(1), 37-49.

Nuraiman. (2019). Faktor-Faktor yang Memicu Perubahan Solidaritas Dalam Masyarakat Di Nagari Solok Ambah Kabupaten Sijunjung. Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah 2(2), 6-12.

Ode, S., & Rachmawati, N. A. (2017). Peran Budaya Lokal Sebagai Media Resolusi Konflik. Jurnal of Goverment, 2(2), 103-119.

Purbasari, V. A., & Suharno. (2019). Interaksi Sosial Etnis Cina-Jawa Kota Surakarta. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 21(2), 1-9.

Rusdi, M. I. W., & Prasetyaningrum, S. (2015). Nilai Budaya Siri’na Pacce dan Perilaku Korupsi. Jurnal Indigenous, 13(2), 68-86.

Rahim, A. (2019). Internalisasi Nilai Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge’ dalam Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Al-Himayah, 3(1), 29-52.

Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2009). Communication Between Cultures. Canada: Lyn Uhl.

Setiadi, E. M., & Kolip, U. (eds) (2011). ‘Pengantar Sosiologi. Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi, dan Pemecahannya’, Edisi 2. Jakarta: Kencana.

Soekanto, S, (eds) (2010). ‘Sosiologi Suatu Pengantar’, Edisi 43. Jakarta: Rajawali Press.

Soetopo. (1999). Teori Konflik. Jakarta: PT raja Grafindo Persada.

Sukardi. (2013). Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Syarif, E., Sumarmi, Fatchan, A., & Astina, I. K. (2016). Integrasi Nilai Budaya Etnis Bugis Makassar dalam Proses Pembelajaran sebagai Salah Satu Strategi Menghadapi Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Jurnal Teori Dan Praksis Pembelajaran IPS, 1(1), 13-21.

Comments on this article

View all comments

StatisticsStatistik Artikel

Artikel ini sudah dibaca : 175 kali
Dokumen Pdf sudah dibaca/diunduh : 3 kali