Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOMUNITAS ADAT TERPENCIL (KAT) OLEH PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA

Authors

  1. Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Kepulauan Riau 🇮🇩
Received
February 22, 2018
Revised
May 1, 2018
Accepted
June 13, 2018
Published
September 12, 2018

Abstract

Salah satu program pemberdayaan dari pemerintah adalah program pemberdayaan komunitas adat terpencil. Desa Tajur Biru Kabupaten Lingga merupakan desa yang memiliki banyak suku terdalam yaitu suku laut, fenomena yang terjadi adalah terbatasnya pelayanan umum seperti sarana jalan, penerangan, posyandu dan belum terjangkau pelayan sosial seperti keadaan di atas menjadikan Desa Tajur Biru sebagai sasaran program komunitas adat terpencil. Tujuan penelitian ini pada dasarnya adalah mendeskripsikan Pemberdayaan Masyarakat Komunitas Adat Terpencil Oleh Pemerintah Kabupaten Lingga pada Desa Tajur Biru Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga. Menemukan kendala- kendala dalam Pemberdayaan Masyarakat serta mendeskripsikan model Pemberdayaan yang lebih tepat untuk Masyarakat Komunitas Adat Terpencil Desa Tajur Biru Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga. Untuk dapat melihat pemberdayaan masyarakat tersebut mengacu pada pendapat Soetomo (2011:96). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yang mana sampel dalam penelitian ini 5 (lima) orang. Berdasarkan dari uraian yang telah dijelaskan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil belum mampu memberdayakan masyarakat komunitas adat terpencil tersebut. Kendala yang terjadi adalah selama ini pemerintah sebagai instansi lokal hanya memberikan pembinaan, pelatihan dan pemahaman terhadap pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, namun sarana prasarana belum dapat dilengkapi dengan baik seperti sarana prasarana pendidikan, tempat ibadah dan layanan kesehatan. Adapun saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut seharusnya ada sarana prasarana pendukung kemudian adanya sekolah yang didirikan bagi anak-anak dari komunitas adat terpencil, merubah pola pengembara hidup dengan program mengapung.Seharusnya ada pola pemberdayaan lainnya seperti membangun rumah permanen di darat untuk masyarakat suku laut.Memberikan kesadaran pendidikan pentingnya pendidikan bagi masyarakat suku laut.

Keywords

Pemberdayaan; Masyarakat; Komunitas Adat Terpencil

References

  1. Kusnadi. 2002. Konflik Sosial Nelayan: Kemiskinan Dan Perebutan Sumber Daya Perikanan. Penerbit: LkiS Yogyakarta.
  2. Meleong, Lexy. 2004. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosda Karya
  3. Satria, Arif. 2002. Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Jakarta : Cidesindo
  4. Soetomo. 2011. Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
  5. Soeharyo, Salamun, dan Nasri Effendi. 2001. Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia.Jakarta : LAN
  6. Syarief, Efrizal. 2008. Pembangunan Kelautan Dalam Konteks Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Makasar : Bappenas
  7. Wrihantolo, Randy R & Dwijiwidjoto, Riant Nugroho. 2007. Manajemen Pemberdayaan. Jakarta : Gramedia.
  8. Zamzami, L. (2015). Nelayan Tiku: Tradisi Dan Kelembagaan Sosial Berdasarkan Budaya Masyarakat Lokal Berbasis Komunitas Dalam Aktivitas Penangkapan Ikan. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 17(1), 39-63. doi:https:// doi.org/10.25077/jantro.v17.n1.p39-63.2015