Ruang Gender Dalam Pendekatan Ekologi Politik Feminis

Authors

  • Betty Tiominar Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Indonesia, Jakarta
  • Suraya A Afiff Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Indonesia, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.25077/jantro.v23.n1.p1-8.2021

Keywords:

Feminist political ecology, participatory mapping, indigenous territory, gender, juhu.

Abstract

Gender space generally separates space and place of land and natural resources management and utilization based on gender. The assumption these gender space segregation with firm boundary lines implicated demand to showing women's control, utilization, and management of the land and natural resources on the participatory mapping result that is mostly facilitated by JKPP in Indonesia. One of the purposes of this demand is to include women's interests over space in every decision-making process that has an impact on the women's production areas. In fact, not all places have separated the control, utilization, and management of the land and natural resources based on gender. In an agrarian society, like in Indonesia, most of the areas for control, utilization, and management of the land and natural resources are communal based, which is means that the land and natural resources are joint management by men and women. In one indigenous territory, at two different places and times, gender based management can undergo changes. Taking the case of the Balai Juhu in Hulu Sungai Tengah Regency, South Kalimantan, using a feminist political ecology framework, this article examines the complexities of gender segregation on indigenous territory

 

Author Biography

Betty Tiominar, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Indonesia, Jakarta

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia

Departemen Antropologi

FISIP

References

Abdullah, Irwan, Sangidu, dan Siti Mutiah Setiawati, “Ketimpangan Hubungan Indonesia-Mesir 1950-2010: Kajian Tentang Teori Resiprositasâ€, dalam Jurnal CMES, Volume VII, No. 2 (Juli-Desember 2014): 98-111

Aufa, Ari Abi. “Memaknai Kematian dalam Upacara Kematian di Jawaâ€, dalam An-Nas: Jurnal Humaniora, Vol. 1, No. 1 (Februari 2017): 1-11

Beatty, Andrew. Variasi Agama di Jawa, Suatu Pendekatan Antropologi. Jakarta: Murai Kencana, 2001.

Bratawidjaja, Thomas Wiyasa. Mengungkap Dan Mengenal Budaya Jawa. Yogyakarta: Pustaka, 1997.

Fachir, Abdurrahman Mohammad, Irwan Abdullah, Sangidu, dan Siti Mutiah Setiawati. “Ketimpangan Hubungan Indonesia-Mesir 1950-2010: Kajian Tentang Teori Resiprositasâ€, dalam Jurnal CMES, Vol. VII. No. 2 (Juli-Desember 2014): 98-111

Fanggi, Thobias. “Studi Tentang Nilai-nilai Sosial Budaya dalam Undang (Haep) pada Upacara Kematianâ€, dalam Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Th. 1, No. 2 (Desember 2016): 132-142

Geertz, Clifford. Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi. Depok: Komunitas Bambu, 2014.

Hidayat, Bahtiyar Wahyu. Bentuk Resiprositas dalam Ritual Kematian di Desa Karasgede Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang, Skripsi Sarjana Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang, 2015.

Hidayat, Komarudin . Psikologi Kematian.Yogyakarta: Hikmah, 2008.

Istiqomah, Anis. “Contoh Tradisi Rewang dalam bentuk Resiprositasâ€, blog.unnes.ac.id/ anisistiqomah/2015/11/05/contoh-resiprositas/ diunduh tanggal 15 Juli 2020

Johnson, Doyle Paul. Teori Sosiologi Klasik dan Modern 1, terj. Robert M.Z. Lawang. Jakarta: Gramedia, 1986.

Koentjaraningrat. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka, 1984.

Masithoh, Nuraini Dewi, Mahendra Wijaya, dan Drajat Tri Kartono. Pergeseran Resiprositas Masyarakat Desa (Studi Etnografi Pergeseran Nilai Tentang Sumbangan Perkawinan di Masyarakat Brongsongan Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo), dalam Jurnal Analisa Sosiologi, Vol. 2, No. 1 (Oktober 2013): 81-90

Mulder, Neils. Agama, Hidup Sehari-hari dan Perubahan Budaya Jawa, Muangthai dan Filipina. Jakarta: Gramedia, 1999.

Raharjo, Ponco (Ed.). Sang Penjaga dan Pengawal Budaya Jawa: Bunga Rampai Tulisan tentang Budaya Jawa. Yogyakarta: TPK dan Yayasan Studi Bahasa Jawa “Kanthilâ€, 2007.

Samiyono, David. Sedulur Sikep: Struktur Sosial dan Agama Masyarakat Samin di Sukalila. Salatiga: UKSW, 2010.

Sjafri, Sairin, Pujo Semedi, dan Bambang Hudayana. Pengantar Antropologi Ekonomi Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2002.

Silalahi, Ulber. “Rekonsiliasi Sosial: Satu Kerangka Analisis Dari Teori Konsensusâ€, dalam Jurnal Administrasi Publik, Vol. 2, No. 2 (2008): 193-208

Yuwono, Prapto. Sang Pamomong: Menghidupkan Kembali Nilai-Nilai Luhur Manusia Jawa. Yogyakarta: Adi Wacana, 2012.

Downloads

Published

2021-06-07

How to Cite

Tiominar, B., & Afiff, S. A. (2021). Ruang Gender Dalam Pendekatan Ekologi Politik Feminis. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 23(1), 1–8. https://doi.org/10.25077/jantro.v23.n1.p1-8.2021

Issue

Section

Articles