Akses dan Ekslusi dalam Reformasi Hutan di Sumatera: Studi Kasus di Nagari Simanau, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Authors

  • Maskota Delfi Departemen Antropologi, FISIP, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat
  • Yetty Oktayanty Jurusan Antropologi Budaya, Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Sumatera Barat

DOI:

https://doi.org/10.25077/jantro.v24.n2.p276-285.2022

Keywords:

Forest reformation, access, exclusion

Abstract

This article discusses the village forest in Simanau. This research was conducted by using a qualitative method, one of which is a case study. Data collection was carried out by observation, interviews and literature study. Research departs from solutions to the problem of deforestation and forest degradation as business as usual or with international assistance through the village forest scheme. Village forests are one of Nawacita's priority programs as a strategic step in reducing deforestation and forest degradation and also overcoming poverty and poverty in national land tenure. My intension is to analyze the forest from a critical anthropological perspective, one of which is the political ecology framework to explore the village forest in Simanau. For this reason, I use the concepts of "access" and "exclusion" in sharpening economic goals in ecological terms. The research findings show that Simanau forest reform raises a dilemma where access to forests is limited for non-management communities. The concept of access is used to hide who gets (and doesn't get) the benefits of the existence of the village forest and through what they get it. This concept of access is then related to the concept of exclusion which means preventing people from accessing forests.


Author Biography

Maskota Delfi, Departemen Antropologi, FISIP, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat

Assalamu'alaikum, Kepada Yth. Bapak/Ibu Koordinator Jurnal Antropologi Universitas Andalas. Semoga Ibu/Bapak Koordinator Jurnal Antropologi berada dalam kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan selalu. Perkenalkan saya Yetty Oktayanty, Saat ini saya bekerja sebagai tenaga pengajar di Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Saya menamatkan S1 saya di Jurusan Antropologi Universitas Andalas 2011. Lalu melanjutkan S2 Antropologi di Universitas Gadjah Mada dan menyelesaikannya tahun 2015. Saya tertarik dengan kajian lingkungan dengan pendekatan ekologi politik. Saya pernah terlibat penelitian kerjasama Universitas Oslo dan UGM dalam program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan. Wilayah kajian yang pernah saya teliti yaitu Sumatera Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimatan Barat. Sejak saat itu saya mulai tertarik dengan kajian mengenai perubahan lingkungan. Saat ini saya sedang menuangkan hasil penelitian dan pengabdian dalam bentuk artikel untuk diterbitkan di Jurnal. Walau banyak kekurangan, saya terus berlatih untuk memperbaiki tulisan saya. Karena dengan menulis akan memberikan dasar yang kuat bagi saya dalam menjadi seorang peneliti akademik. Untuk itu saya bersemangat menulis untuk terus membuat langkah besar dalam pendidikan saya. Demikian, saya mohon kepada Ibu/Bapak Koordinator Jurnal Antropologi Universitas Andalas agar dapat mempertimbangkan usulan rencana artikel saya. Demikian saya haturkan terimakasih. Salam Yetty Oktayanty, S.Sos., M.A

References

Alex,Sobur.(2003).Semiotika Komunikasi.Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Amalia, Mia. (2011). Kekerasan Perempuan dalam Prespektif Hukum dan Sosiokultural. Jurnal Wawasan Hukum. 25(2) hal 399-409. https://ejournal.sthb.ac.id/

AR, Syamsuddin. (2009). Wacana Bahasa Mengukuhkan Identitas Bangsa. Bandung: Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Barthes, Roland. (2006). Membedah Mitos-Mitos Budaya Massa: Semiotika atau Sosiologi

Tanda, Simbol, dan Representasi. Yogyakarta: Jalasutra.

Benny H.Hoed. (2007). Semiotika &Dinamika Sosial Budaya. Depok: Komunitas Bambu

Bhasin, K., Khan, Nighat. S. (1994). Persoalan-persoalan pokok mengenai feminisme dan relevansinya. Terj. Jakarta : Gramedia dan Yayasan Kalyanamitra.

Budi, Irwanto.(1999). Film,Ideologi dan Militer (Hegemoni Militer dalam Sinema Indonesia).Yogyakarta: Media Pressindo.

Darmaprawira, Sulasmi. (2002). Warna: Teori dan Kreativitas Penggunaannya Edisi Ke2. Bandung: Penerbit ITB

Endaswara, Suwardi. (2011). Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: KAPS.

Eriyanto. (2008). Konstruksi,Ideologi. dan Politik media. Yogyakarta: LKiS.

Hasiholan. (2009). Perempuan Hindu dalam Prespektif Mahatma Gandhi.(Skripsi). UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Indonesia. https://repository.uinjkt.ac.id/library

Herawati, Tanti. (2007). Budaya Jawa dan Kesetaraan Gender. Jurnal Komunikasi Massa. l 1(1)18-24. https//:digilib.uns.ac.id/

Kurnianingsih, Sri. (2003). Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan di Tempat Kerja. Jurnal Buletin Psikologi. No 2 Th XI. https://jurnal.ugm.ac.id/ISSN : 0854 – 7108 .

Maulana, Faiz M. (2020). Moderasi Tradisi Konco Wingking: Upaya Melepaskan Dilema. Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender. 16(1)11-26. https://doi.org.10.15408/harkat.vl6ii.15609

Najmi, Mohd. 2010. Wanita dalam Agama Kristen Protestan.(Skripsi). UIN Sultan Syarif Kasim, Riau, Indonesia. https://repository.uin-suska.ac.id/10724/

Niko, & Dengah. (2016). Perempuan Petani Dayak Mali di Kalimantan Barat (Studi Kasus di Desa Cowet). Prosiding Seminar Nasional FW Great Event Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.12(1). https:// 10.22146/jps.v6i1.47467.

Pah, J. J. (2018). “Mitos Seksualitas dalam Iklanâ€. Nyimak Journal of Communication, 2(1): 1- 16. https://10.31000/nyimak.v2i1.723.

Rahmawati, Isnaini. (2017). Semiotika Rolland Barthes dalam Kehidupan Kontemporer Umat Beragama Mengenai Fenomena Padu Padan Kebaya. Tamaddun: Jurnal Kebudayaan Dan Sastra Islam 17 (2). https://doi.org/10.19109/tamaddun.v17i2.2532

Rahim, Abdul. (2016). Peran Kepemimpinan Perempuan Dalam Perspektif Gender. Al- Maiyyah: Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan , 9(2)268-295. https://doi.org/10.35905/almaiyyah.v9i2.352

Pirus, Moch S & Nurahmawati H. (2020). Jawa Pertanda Identitas Tentang 3M: Macak, Masak, Manak. Jurnal Internasional Budaya dan Sejarah 7(2). https://doi.org/10.5296/ijch.v7i2.18055

Puspitasari, Fanny. (2013). Representasi Stereotipe Perempuan dalam Film Brave. Jurnal Komunikasi. Vol 1 No. 2, hal. 14-15

Qurrota Ayun, P. (2015). Sensualitas dan Tubuh Perempuan-Perempuan dalam Film Horor di Indonesia (Kajian Politik Media). Jurnal Simbolika.1(1). https://doi.org/10.31289/simbollika.v1i1.45

Sobur, Alex. (2013). Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugihastuti dan Itsna Hadi Saptiawan. (2007). Gender dan Inferioritas Perempuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Susilo, Budi. (2014). Membaca Kejujuran dan Kebohongan dari Raut Wajah. Yogyakarta: Flashbook

Susanto, Widjajanti.(2011).Sosiologi Feminisme:Kontruksi Perempuan dalam Industri Media.Yogyakarta: LKiS.

Tong, R. P. (2004). Feminist thought. United State of America: Westview Press, A member of the Perseus Books Group.

Utami, R., & Lestari, T. (2021). Gaya Bahasa Keindahan dan Kedudukan Kencana Wungu dalam Naskah Damarwulan (Etnolinguistik). Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa , 9 (1), 9-25. https://doi.org/10.15294/sutasoma.v9i1.45710

Uyun, Q. (2002). Peran Gender dalam Budaya Jawa. Jurnal Psikologika. 7(13). https://doi.org/10.20885/psikologika.vol7.iss13.art3.

Wibowo, Fred. 2007. Teknik Produksi Program Televisi. Yogyakarta : Pinus Book Publisher.

Badan Pusat Statistika. BPS.go.id// diakses tanggal 1 Mei 2022.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. https://komnasperempuan.go.id/ diakses tanggal 1 Mei 2022

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). [Online]:

Downloads

Published

2022-12-10

How to Cite

Delfi, M., & Oktayanty, Y. (2022). Akses dan Ekslusi dalam Reformasi Hutan di Sumatera: Studi Kasus di Nagari Simanau, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 24(2), 276–285. https://doi.org/10.25077/jantro.v24.n2.p276-285.2022

Issue

Section

Articles