Relevansi Politik Identitas Pemilih Muslim dalam Pemilihan Gubernur Sumatra Utara Tahun 2018

Author(s)
Dharma Kelana Putra (Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh, Banda Aceh)
Abstract
The similarity of identity such as religion and ethnicity as a primordial aspect becomes a preference in choosing a leader not based on their capability. In the election of the Governor of North Sumatra in 2018, identity politics tended to strengthen in Muslim voters, especially in terms of religion, indigenous issues and natives. This practics of identity politics resulted in a victory for the couple Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Islam-Islam). The main question in this study is why identity politics is still relevant to be used by Muslim voters in the Election of Governor of North Sumatra in 2018. The study was conducted with a qualitative descriptive method, in which all data were collected through library studies and internet searching. This study concludes that Muslim voters see identity politics still relevant to use in choosing leaders because they consider Muslims have to be led by leaders who care about Islam. This understanding emerged from previous experiences in DKI Jakarta, namely the Al Maidah 51 incident by Ahok and discriminatory practices against Muslims when led by the non-Muslims and the Muslims who did not care about Islam in various regions in Indonesia
Keywords
Politics of Identity; Religion; Muslim Voters; Election of Governor; North Sumatra
Klik untuk membaca artikel penuh
Pdf
References

Ahmad, Nyarwi. (2008). Kampanye Negatif dalam Pilkada: Kajian Bulanan No.11 Maret 2008. Jakarta: PT. Lingkaran Survey Indonesia.

Alatas, Salim. (2010). Politik Aliran dalam Pemilu 2009 (Studi atas Political Marketing Partai Keadilan Sejahtera). Jurnal Kom dan Realitas Sosial. 1 (1): 37-48.

Angga. (2017). Rukun Sampai Mati: Dalihan na Tolu sebagai Wadah Relasi Antar Umat Beragama yang Toleran. Prosiding Seminar Nasional, 17-20 Juli 2019 dengan tema “Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia: Perspektif Sejarah dan Budaya”. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya DIY.

Appiah, Kwame Anthony (2006), The Politics of Identity, Daedalus, 135 (4): 15-22.

Burhan, O. K., & Sani, J. (2013). Prasangka Terhadap Etnis Tionghoa di Kota Medan: Peran Identitas Nasional dan Persepsi Ancaman. Jurnal Psikologia. 8 (1): 25-33.

Caplan, Bryan. (2008). The Myth of the Rational Voter Why Democracies Choose Bad Policies - New Edition. New Jersey: Princeton University Press.

Faraidiany, Maghfira. (2016). Politik Identitas Etnis Tionghoa di Indonesia. Jurnal Politeia. 8 (2): 74-82.

Fikri, M. Sirajudin & Oktario, Nico A. (2018). Politik Identitas dan Penguatan Demokrasi Lokal (Kekuatan Wong Kito dalam Demokrasi Lokal). Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam. 18 (2): 172-185.

Haboddin, Muhtar. (2012). Menguatnya Politik Identitas di Ranah Lokal. Jurnal Studi Pemerintahan. 3 (1): 116-134.

Harahap, Abdi Syahrial dan Abdurrahman, Syed. (2014). Etnik Tionghoa di Bandaraya Medan: Kajian Tentang Pandangan Mereka Terhadap Agama Islam. Jurnal Analytica Islamica. 3 (1): 134-151.

Presiden Republik Indonesia. (1998). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 1998 Tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Non Pribumi. Jakarta.

Ma’arif, Ahmad Syafii. (2012). Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita. Jakarta: Democracy Project.

Marzuki. 2019. Kontribusi Ulama dalam Pemenangan Pasangan Edy Rahmayadi–Musa Rajekshah Pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara Tahun 2018 di Kota Medan. Tesis (Tidak Diterbitkan). Medan: UIN Sumatra Utara.

Muda, Indra. 2013. Potensi Konflik Horizontal di Kota Medan. Jurnal Perspektif. 6 (2): 138-144.

Purbasari, Verbena Ayuningsih dan Suharno. (2019). Interaksi Sosial Etnis Cina-Jawa Kota Surakarta. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya. 21 (1): 1-9.

Purnaweni, Hartuti. 2004. Demokrasi Indonesia: Dari Masa ke Masa. Jurnal Administrasi Publik. 3, (2): 118-131.

Putra, Dharma Kelana. (2010). Potensi Konflik Komunitas Jawa Muslim Terhadap Etnis Berbeda dan Penganut Agama Lain di Kota Medan Tahun 2010. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Medan: Universitas Sumatra Utara.

Sopian. (2011). Pengaruh Kampanye Negatif dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tangerang Selatan (Tangsel) 2011. Skripsi (Tidak diterbitkan). Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Suparlan, Parsudi. (1994). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Susanto, Agus. (2018). Pola Komunikasi Masyarakat Muslim Melayu dan Tionghoa (Studi Terhadap Penyelesaian Konflik di Kota Tanjungbalai). Tafaqquh: Jurnal Penelitian dan Kajian Keislaman. 6 (1): 2-27.

Sutisna, Agus & Akbar, Idil. (2018). Dampak Elektoral Kasus Dugaan Penistaan Agama terhadap Preferensi Politik Warga Banten pada Pilgub 2018. Politik. 15 (2): 161-178.

Xiaomei, Zhan. (2014). Political Identity: A Perspective from Cultural Identity. Journal Social Sciences in China. 35 (2): 155-173.

StatisticsStatistik Artikel

Artikel ini sudah dibaca : 152 kali
Dokumen Pdf sudah dibaca/diunduh : 3 kali