Pijat Kendiku: Antara Kearifan Lokal dan Kekecewaan Terhadap Pengobatan Medis

Author(s)
Agustin Putri Wulansari (Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Malang)
Nur Hadi (Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Malang)
Joan Hesti Gita Purwasih (Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Malang)
Abstract
The current era of modernization has entered every line of human life, including the medical world. However, not all people can reach medical treatment even though the government has provided health service facilities. In line with this, traditional alternative medicine such as massage is still popular to cure ailments among the public. The author tries to raise the reasons why people prefer traditional medicine over medical treatment. This study used qualitative ethnographic methods with data collection techniques that are interviews and observations. The result of the research serves as documentation of cultural features in the health sector that is still developing in society. As an analytical technique, the author used James C. Young's health anthropology perspective. The data analyses used are data collection, data reduction, and data presentation in descriptions. This research showed that people prefer massage as a healing method for many reasons, such as having more affordable prices, being unprepared for the risk of medical treatment, feeling disappointment with medical treatment that does not work, and trusting in personalistic illness
Keywords
Traditional; Existence; Local Wisdom; Pijat Kendiku; Medical treatment
Klik untuk membaca artikel penuh
Pdf
References

Aditama, T. Y. (2014). Jamu dan Kesehatan.

Ardani, I. (2013). Eksistensi Dukun Dalam Era Dokter Spesialis. Lakon : Jurnal Kajian Sastra Dan Budaya, 2(1), 21. https://doi.org/10.20473/lakon.v2i1.1913

Ayunita, T. (2016). Pengobatan Pijat Anak dengan Media Sikil Kidang : Kajian tentang Praktik Etnomedisin pada Masyarakat Desa Kesugihan Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

Cresswell, J. W. (2007). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Traditions. In Western Journal of Nursing Research (Vol. 21, Issue 1, pp. 103–105).

Huda, M. D. (2015). Peran Dukun terhadap Perkembangan Peradaban Budaya Masyarakat Jawa. 4.

Husaini. (2017). Buku ajar antropologi sosial kesehatan.

Jennifer, H., & Saptutyningsih, E. (2015). Preferensi Individu terhadap Pengobatan Tradisional di Indonesia. 16(April).

Leavitt, R. L. (1992). Disability and Rehabilitation in Rural Jamaica: An Ethnographic Study. Associated University Presses. https://books.google.co.id/books?id=kX3D7OCFfaQC&pg=PA233&lpg=PA233&dq=JAMES+YOUNG+1980+gravity,+faith,+accessibility&source=bl&ots=Bf9uxjI0ED&sig=ACfU3U3HwbJexmLx0aa_Uvd12FOAVc6BOQ&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwiwh-mlia7rAhULb30KHeVOCuQQ6AEwAHoECAoQAQ#v=onepage&

Moeis, S. (2009). Pembentukan kebudayaan nasional Indonesia. Makalah. UPI Bandung.

Moordiningsih. (2009). Terapi Pijat Oriental: Budaya Harmonisasi Fisik dan Psikis. BioPsychology Improving The Quality of Life, 1–5. http://eprints.ums.ac.id/33027/

Nuari, K. S. (2016). Pengambilan Keputusan Pasien dalam Memilih Pengobatan Pijat Bakaran Menyan Mbah Parsinah di Desa Dawuhan, Banyumas. UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

O’Neil, D. (2012). Medical Anthropology: How Illness is Traditionally Perceived and Cured Around the World. 1–17. https://www2.palomar.edu/anthro/medical/default.htm

Prakoso, S. B. (2015). Efektivitas Pelayanan Kesehatan BPJS Di Puskesmas Kecamatan Batang. Economics Development Analysis Journal, 4(1), 73–81. https://doi.org/10.15294/edaj.v4i1.14805

Purwasih, J. H. G., Wijaya, M., & Kartono, D. T. (2019). Strategi Bertahan Hidup Perajin Gerabah Tradisional. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 21(2), 159. https://doi.org/10.25077/jantro.v21.n2.p159-167.2019

Putri, N. E. (2014). Efektivitas Penerapan Jaminan Kesehatan Nasional Melalui BPJS dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin di Kota Padang. Tingkap, X(2), 175–189. https://doi.org/10.1016/S1697-2600(13)70010-3

Putro, B. D. (2018). Persepsi dan Perilaku Pengobatan Tradisional Sebagai Alternatif Upaya Mereduksi Penyakit Tidak Menular. Sunari Penjor: Journal of Anthropology, 2(2), 102–109. https://ojs.unud.ac.id/index.php/penjor/article/view/46134

Rarasati, D. H. (2018). Dampak Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan terhadap Pelayanan Kesehatan di Kota Malang. Jurnal Politik Muda, 1–13.

S. Supardi, S. Jamal, A. M. L. (2003). Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Obat Tradisional dalam Pengobatan Sendiri di Indonesia. Bul. Penel. Kesehatan, 31(3), 25–32.

Sativa, R. L. (2016). Januari: Kisah Pilu Allya yang Meninggal Usai Terapi di Klinik Chiropractor. Detikhealth.Com. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3374582/januari-kisah-pilu-allya-yang-meninggal-usai-terapi-di-klinik-chiropractor

Setyawan, F. E. B. (2018). Sistem Pembiayaan Kesehatan. 2 No.4, 57–70.

Setyoningsih, A., & Artaria, M. D. (2016). Pemilihan penyembuhan penyakit melalui pengobatan tradisional non medis atau medis. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 29, 44–56.

Sianipar, T. (1989). Dukun, Mantra dan Kepercayaan Masyarakat.

Sliz, D., Smith, A., Wiebking, C., Northoff, G., & Hayley, S. (2012). Neural correlates of a single-session massage treatment. January, 77–87. https://doi.org/10.1007/s11682-011-9146-z

Suharyanto, A. (2015). Eksistensi Paranormal dan Penyembuh Alternatif dalam Kehidupan Masyarakat Medan. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial Dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 1(2), 196–201. https://doi.org/10.24114/ANTRO.V1I2.6244

Ticoalu, S. S. (2013). Tanggung Jawab Pemerintah dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan Terhadap Masyarakat. 26(4), 1–37.

Tjandrawinata, R. (2016). Industri 4.0: revolusi industri abad ini dan pengaruhnya pada bidang kesehatan dan bioteknologi. February. https://doi.org/10.5281/zenodo.49404

Triratnawati, A. (2010). Pengobatan tradisional, upaya meminimalkan biaya kesehatan masyarakat desa di Jawa. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 13(2), 69–73. https://journal.ugm.ac.id/jmpk/article/viewFile/2598/2329

Whi, M. (n.d.). Asuhan Keperawatan Jiwa pada Ny. S dengan Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. 32, ص 117.

Womack, M. (2010). The Anthropology of Health and Healing. Altamira Press.

Young, J. C. (1994). Medical Choice in a Mexican Village. Waveland Press. https://books.google.co.id/books/about/Medical_Choice_in_a_Mexican_Village.html?id=Hy0157NuQ0YC&redir_esc=y

Zulaikha, S., Hadi, N., & Purwasih, J. H. G. (2021). Melemahnya Budaya Jamu Cekok di Kelurahan Pare. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 01(June), 47–57.

StatisticsStatistik Artikel

Artikel ini sudah dibaca : 288 kali
Dokumen Pdf sudah dibaca/diunduh : 3 kali