Redefinisi Kaum Paderi Melalui Metodologi Genealogis Foucauldian Sebagai Rekonsiliasi Etnis Minangkabau-Batak

Author(s)
Alfi Arifian (Universitas Teknologi Yogyakarta)
Abstract
Redefinisi Kaum Paderi merupakan konsep pendefinisian Kaum Paderi berdasarkan metodologi genealogis yang menulis sejarah berdasarkan kerangka kekinian. Definisi ini berbeda dari definisi Kaum Paderi dalam pandangan sejarah umum. Redefinisi ini dimaksudkan untuk memetakan gerakan Paderi berdasarkan konsep kekuasaan berbasis keamiran melalui gelar Tuanku Imam Bonjol merujuk kerangka kekuasaan nagari (balad-dalam pemahaman imamah). Tujuan pemetaan gerakan Paderi adalah membuktikan (secara teori) bahwa ada dikotomi di tubuh Paderi sebagai gerakan pemurni Islam serta yang bersifat radikal. Dikotomi inilah yang digunakan sebagai dalih untuk membangun wacana rekonsiliasi antara etnis Minangkabau-Batak lantaran konflik masa lalu "Perang Paderi" jilid I.
Keywords
Budaya; Politik Agama; Rekonsiliasi Sosial
Klik untuk membaca artikel penuh
Pdf (Bahasa Indonesia)
References

Cahyana, Ludhy. 2003. Islam Jamaah di Balik Pengadilan Media Massa: Suatu Analisis Mengenai Pembunuhan Karakter Terhadap Lemkari/LDII. Yogyakarta: Benang Merah.

HAMKA. 1961. Pengaruh Muhammad Abduh di Indonesia: Pidato Pengukuhan Gelar Doctor HonorisCausa dari Universitas Al-Azhar Mesir pada 21 Januari 1958 (edisi digital tahun 2008). Jakarta:Tintamas.

http://pustakamarola.wordpress.com (dari tulisan-tulisan Suryadi; Dosen dan peneliti pada Opleiding Talen en Culturen van Zuidoost-Azië en Oceanië, Universiteit Leiden, Belanda)

http://www.basyral-hamidy-harahap.com/blog/index.php?itemid=43

Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia (2009). Jakarta: The Wahid Institute.

Latif, Yudi. 2012. Inteligensia Muslim dan Kuasa: Genealogi Inteligensia Muslim Indonesia Abad Ke-20(edisi digital). Jakarta: Yayasan Abad Demokrasi.

Navis, A.A. 1999. Yang Berjalan Sepanjang Jalan (Kumpulan Karangan Pilihan). Jakarta: Grasindo.

www.detikforum.com

www.id.wikipedia.org

StatisticsStatistik Artikel

Artikel ini sudah dibaca : 642 kali
Dokumen Pdf (Bahasa Indonesia) sudah dibaca/diunduh : 84 kali