Dinamika Keagamaan Masyarakat Perbatasan Paloh Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat

Author(s)
Aslan Aslan (Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Kalimantan Barat)
Suhari Suhari (Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Kalimantan Barat)
Antoni Antoni (Universitas Wijaya Putra, Surabaya, Jawa Timur)
M. Ali Mauludin (Laboratorium Sosiologi dan Penyuluhan Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat)
Galuh Nashrulloh Kartika MR (UNISKA Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin, Kalimantan Selatan)
Abstract
Paloh is an unseen tribe in the City of Truth or a place where Bunians are believed to have supernatural powers up to now from Kalimantan and its surroundings. The purpose of this study is to describe the Paloh community's belief in the existence of the City of Truth inhabited by subtle people, which isinvisible to the presence of the City of Truth. However, in the eyes of the mind, Paloh is a city for magical creatures that are more beautiful, majestic, luxurious, complete facilities and infrastructure compared to West Kalimantan. To obtain the required data, a series of Paloh community interviews, field observations and documentation have been successfully carried out. The results of this study include that the Paloh people who are still thick with sacred values believe that the Paloh area is the City of Truth. So that the Paloh community still applies restrictions and prohibitions that cannot be violated by anyone who comes to the Paloh forest. If there are people who violate restrictions and prohibitions, then they will receive the consequences in the form of illness, mental disorders such as crazy, stress and even to death. Therefore, Paloh is called the Truth Person, because if they come there with no good intentions, they will be warned by the Bunian people. On this basis, so that now Paloh is still known as the City of Prohibition for those who are intended to do wrong and evil.
Keywords
Religious Dynamics; Paloh Border Community; Sambas Regency
Klik untuk membaca artikel penuh
Pdf
References

Adnan. (2015). Urgensitas Pendidikan Islami Dalam Membangun Rakyat Sambas di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dalam Proceeding of 1st International Conference on ASEAN Economic Community in Borneo Region. Kalimetro Intelegensia.

Agus Salim. (2014). Perubahan Sosial: Sketsa Teori dan Refleksi Metodologi Kasus Indonesia (Cetakan Ke-2). Tiara Wacana Yogya.

Agustono, I. (2016). Dinamika Politik Islam Semenanjung Arab 1800-1930 M dan Pengaruh Berdirinya Kerajaan Arab Saudi Modern terhadap Praktik Keagamaan. Maraji: Jurnal Ilmu Keislaman, 3(1), 80–105. https://doi.org/10.36835/maraji.v3i1.63

Anggraini, I. (2013). Sikap Masyarakat Surabaya Terhadap Pesan Mistik Dalam Program Acara Dua Dunia Di Trans 7. E-Komunikasi, 1(1), 1–12.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta.

Arkanudin. (t.t.). Pluralisme Suku Dan Agama Di KALBAR [(Laporan Hasil Penelitian Pusat Penelitian FISIP dan Program Magister Ilmu Sosial, Untan Pontianak)].

Aslan. (2019). Peran Pola Asuh Orangtua di Era Digital. Jurnal Studi Insania, 7(1), 20–34.

Aslan. (2019). Pergeseran Nilai Di Masyarakat Perbatasan (Studi tentang Pendidikan dan Perubahan Sosial di Desa Temajuk Kalimantan Barat) [Disertasi, UIN Antasari Banjarmasin]. https://idr.uin-antasari.ac.id/10997/

Aslan, & Hifza. (2020). The Community Of Temajuk Border Education Values Paradigm On The School. International Journal of Humanities, Religion and Social Science, 4(1), 13–20.

Azra, A. (2013). Islamisasi Jawa. Studi Islamika, 20(1), 169–177.

Belo, M. I. O. M. (2016). Islam di Kesultanan Sambas Kalimantan Barat (1600-1732) [Skripsi tidak diterbitkan]. Sanata Dharma.

Cassirer, E. (1994). An Essay on Man, An Introduction to Philosophy of Human Culture. University Press.

Daud, A. (1997). Islam dan Masyarakat Banjar: Deskripsi dan Analisa Kebudayaan Banjar. PT. Raja Grafindo Persada.

Geertz, C. (1973). The Interpretation Of Cultures. Basic Books, Inc., Publisher.

Hade Irma Wati., dkk. (2015). Potensi Obyek Dan Daya Tarik Pulau Pontianak Sebagai Wisata Alam Di Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten SambaS. 3(1), 65–73.

Hafield, I. S. (t.t.). Legenda Mistis Negeri Paloh Kerajaan Gaib di Kalimantan | SegiEmpat. Diambil 13 Januari 2019, dari https://segiempat.com/aneh-unik/mistis/legenda-negeri-paloh/

Hancock, B., Ockleford, E., & Windridge, K. (2009). An Introduction to Qualitative Research. University of Sheffield regent Court.

Herawati, E. (2019). Budaya, Agama, dan Makna Volunterisme Bagi Kader Warga Peduli Aids di Kota Bandung. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 21(02), 132–141.

Hermansyah. (2010). Ilmu Gaib di Kalimatan Barat. KPG (Kepustakaan Populer Gramedia bekerjasama dengan Ecole Francaise d’Extreme-Orient, STAIN Pontianak, KITLV.

Hermansyah. (2013). Islam Dan Toleransi Beragama Dalam Masyarakat Muslim Kanayatn Dayak DI Kalimantan Barat. Islamica, 7(2), 340–359.

Humaeni, A. (2012). Makna Kultural Mitos dalam Budaya Masyarakat Banten. Antropologi Indonesia, 33(3), 159–179.

Huruswati., dkk, I. (2012). Evaluasi Program Pembangunan Kesejahteraan Sosial Di Desa Perbatasan—Kalimantan Barat 2012. P3KS Press.

Imam Suprayogo & Tobroni. (2001). Metodologi Penelitian Sosial-Agama. Remaja Rosdakarya.

Indonesia!, I.-S. B. (t.t.). Misteri dan Keunikan Suku Gaib Paloh dari Sambas Kalimantan Barat. Diambil 13 Januari 2019, dari http://indoborneonatural.blogspot.com/2014/07/misteri-dan-keunikan-suku-gaib-paloh.html

Jan Jonker, Bartjan J.W. Pennink dan Sari Wahyuni. (2011). Metodologi Penelitian. Salemba Empat.

Kementerian Agama. (2017). Kementerian Agama Kabupaten Sambas.

Koentjaraningrat. (2014). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.

Koten, T. (t.t.). Inilah Kerajaan Siluman, Bangsa Paloh, di Hutan Belantara Ka... Diambil 13 Januari 2019, dari http://www.netralnews.com/news/rsn/read/115943/inilah-kerajaan-siluman-bangsa-paloh-di-hutan-belantara-kalimantan

Kuntjaraningrat. (2002). Metode Penelitian Masyarakat. Rineka Cipta.

Langaji, A. (2016). Dinamika Aliran Keagamaan Sempalan: Tinjauan Perspektif Sosiologi Agama. HIKMAH, XII(1), 141–162.

Lapidus, I. M. (1991). A History of Islamic Societes. Cambridge University Press.

M. Djunaidi Ghony & Fauzan Almansur. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Ar-Ruzz Media.

Mahjuni. (2017). Orang Bunian di Paloh [Surat].

Malefijt, A. D. W. (1968). Religion And Culture: An Introduction to Anthropology of Religion. Macmillan Publishing Co., INC.

Mardiyati, I. (2011). Perkembangan Pendidikan dan Perilaku Keberagaman Pada Masa Kesultanan Sambas. Walisongo, 19(2), 335–338.

Masyarakat Paloh. (2017). Cerita dari mulut ke mulut tentang orang Bunian di Paloh [Surat].

Matthew B. Miles A Michael Huberman. (1994). Qualitative Data Analysis: An expanded sourcebook. SAGE Publication.

Mujiburrahman. (2008). Mengindonesiakan Islam: Representasi dan Ideologi. Pustaka Pelajar.

Mujiburrahman. (2013). Bercermin Ke Barat: Pendidikan Islam Antara Ajaran dan Kenyataan (Cetakan Pertama). Jendela.

Mujiburrahman. (2015). Agama, Media Dan Imajinasi: Pandangan Sufisme Dan Ilmu Sosial Kontemporer (Cetakan 2). Antasari Press.

Mujiburrahman. (2017a). Agama Generasi Elektronik (Cetakan Pertama). Pustaka Pelajar.

Mujiburrahman. (2017b). Humor, Perempuan dan Sufi. Kompas, Gramedia.

Mujiburrahman. (2018). Orientasi Penilaian BKD Online, Kopertais Wilayah XI Kalimantan Tahun 2018.

Murtadlo, M. (2014). Masjid Kraton Sambas dalam Konstelasi Pembaharuan Islam di Kalimantan Barat. Lektur Keagamaan, 12(1), 207–234.

Mustansyir, R. (2016). Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Sambas Dalam Tinjauan Filosofis: Legenda Rakyat, Filosofi Air dan Tradisi (ed) Amin Ma’ruf. Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada.

Nottingham, E. K. (1996). Agama dan Masyarakat: Suatu Pengantar Sosiologi Agama, terj. Abdul Muis Nahorang, Ed. CV. Rajawali.

P, C. E. (1944). Religious Dynamics. Journal of the American Academy of Religion, XII(2), 110–112. https://doi.org/10.1093/jaarel/XII.2.110

Pals, D. L. (2012). Seven Theories Of Religion, Terj. Inyiak Ridwan Muzir & M. Syukri. IRCiSOD.

Paul Reddisha, Penny Toka, and Radek Kundta. (2016). Religious Cognition and Behaviour in Autism: The Role of Mentalizing. Psychology of Religion, 26(2), 96–112.

Polisi. (2017). Pengalaman Polisi di Paloh [Surat].

Rakhmat, J. (2013). Psikologi Agama: Sebuah Pengantar. Mizan Pustaka.

Ridwan, B. (2016). POTRET ORGANISASI KEAGAMAAN DAN RESPON TERHADAP DINAMIKA KEHIDUPAN KEBERAGAMAAN DI SALATIGA. INFERENSI, 5(1), 101. https://doi.org/10.18326/infsl3.v5i1.101-120

Roem, E. R., & Sarmiati. (2019). Perubahan Sosial Budaya Akibat Media Instagram Bagi Kalangan Mahasiswi di Kota Padang. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 21(02), 202–210.

Roland Robertson, ed.,. (1995). Agama: Dalam Analisa Dan Interpretasi Sosiologis., terj, Achmad Fedyani Saifuddin (Cetakan ke-4). PT. RajaGrafindo Persada.

Rota, A., & Krüger, O. (2019). The Dynamics of Religion, Media, and Community: Online - Heidelberg Journal of Religions on the Internet, 14, 1–20. https://doi.org/10.17885/heiup.rel.2019.0.23945

Rumadi. (2012). ISLAM DAN OTORITAS KEAGAMAAN. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(1), 25–54. https://doi.org/10.21580/ws.20.1.183

Sanaky, H. (2005). Sakral (sacred) dan profan: Studi pemikiran Emile Durkheim tentang sosiologi agama. laporan). Makalah Diskusi Kelas, Program Doktor [S-3] Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 6, 1–24.

Sastranagari. (2017, Januari 4). Paloh, Negeri Gaib yang Dipercaya Bersemayam di Pedalaman Hutan Kalimantan. Boombastis.com | Portal Berita Unik | Viral | Aneh Terbaru Indonesia. https://www.boombastis.com/negeri-gaib-paloh/85116

Silalahi, U. (2009). Metode Penelitian Sosial. PT. Refika Aditama.

Suhardi, M., Mulyono, S., Aslan, Syakhrani, H. A. W., & Putra, P. (2020). Perubahan kurikulum lembaga pendidikan Islam di Sambas pada masa Kesultanan Sambas. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 034–048. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v9i1.2715

Sunandar. (2014). Melacak Hubungan Kesultanan Sambas dan Bugis (Studi Awal terhadap Naskah Tuhfat al-Nafis). Jurnal Khatulistiwa – Journal Of Islamic Studies, 4(2), 117–125.

Sunandar. (2015a). Melayu Dalam Tantangan Globalisasi: Refleksi Sejarah dan Berubahnya Sistem Referensi Budaya. Khatulistiwa, 5(1), 60–73.

Sunandar. (2015b). Politik Identitas Dan Tantangan Globalisasi Masyarakat Perbatasan Dalam Menghadapi MEA 2016. Proceeding of 1st International Conference on ASEAN Economic Community in Borneo Region.

Sunandar. (2015c). Politik Identitas Dan Tantangan Globalisasi Masyarakat Perbatasan Dalam Menghadapi MEA 2016. Proceeding of 1st International Conference on ASEAN Economic Community in Borneo Region.

Sztompka, P. (1993). Sociology Of Social Change. Oxford UK.

Thambun Anyang, Y. (2003). Gambaran Kenyataan Keragaman Hukum Di Kalimantan Barat. Seminar dan Pelatihan Pluralisme Hukum, diselenggarakan oleh HuMA, 1–10.

Thomas F. O’Dea. (1996). Sosiologi Agama: Suatu Pengenalan Awal (Cet-7). PT. Raja Grafindo Persada.

Toffler, A. (1970). Future Shock. Bantam Books.

Toffler, A. (1980). The Third Wave. William Morrow and Company, INC.

Usman (Camat Paloh). (2013). Daftar Nama Rupa Bumi Wilayah Kecamatan Paloh. Kecamatan Paloh.

Viktor, A. et al. eds. (2014). Sejarah Sosiologi Budaya Bernafkah Komunitas Adat Suku Duano. Paramita, 24(2), 186–199.

Wawancara dengan anggota Pokdarwis. (2017, Juni 7). [Surat].

Wawancara dengan Dukun di Wilayah Paloh. (2017). [Surat].

Yusriadi. (2014). Sejarah dan Perkembangan Orang Melayu di Riam Panjang, Kalimantan Barat. Khatulistiwa, 4(2), 140–149.

Yusriadi. (2019). Identitas Orang Melayu di Hulu Sungai Sambas. Elmans’ Institute.

StatisticsStatistik Artikel

Artikel ini sudah dibaca : 120 kali
Dokumen Pdf sudah dibaca/diunduh : 3 kali