Pergeseran Adat Perkawinan Masyarakat Meranjat, Ogan Ilir Sumatra Selatan

Author(s)
Henny Rosa Putri (Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta)
Aman Aman (Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta)
Abstract
This article discusses the marriage system that occurred in the Meranjat community, Ogan Ilir, South Sumatra. This article is based on problems that are developing in this time in the village of Meranjat that various traditions are being abandoned, including those traditions of marriage. This article aims to explain the movement of the procedures of wedding customs in Meranjat village and the various values of the traditionhich is being lost. This article was an ethnography research that would be described qualitatively. Data were obtained both through observation, literature study and interview with historian, official government, customary holder, and persons who perform Meranjat wedding customs. The results of this article indicate that there is a movement in the procedures for implementing marriage in Meranjat. This is due to the times that require more practicality. There are also other factors, such as the economical and development technology. As a result, the meaning of the traditions are also danger of being lost.
Keywords
Meranjat; marriage; tradition; value
Klik untuk membaca artikel penuh
Pdf
References

Alimin. (2018). Menggali Kearifan Lokal Sumatera Selatan Melalui Pedestrian Jalan Jendral Sudirman. Prosiding Seminar Nasional 21 Universitas PGRI Palembang, 238–48.

Antasari, Rina. (2013). Keberlakuan UU Nomor 23 Tahun 2004 dalam Hubungannya Dengan Nilai-Nilai Budaya di Sumatera Selatan. Sawwa, 9(1), 1–26. doi: https://doi.org/10.21580/sa.v9i1.663

BPS Kabupaten Ogan Ilir. (2022). Ogan Ilir dalam Angka. Ogan Ilir: Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Creswell, John W. (2019). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ding, Mei. (2018). Security Matters in Marriage: Uyghurs’ Perceptions of Security in Xinjiang, China. Central Asian Survey, 37(1), 85–99. doi: https://doi.org/10.1080/02634937.2017.1338247

Dukcapil Kabupaten Ogan Ilir. (2019). Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Ogan Ilir. Ogan Ilir: Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Eko, Bherta Sri, and Hendar Putranto. (2019). The Role of Intercultural Competence and Local Wisdom in Building Intercultural and Inter-Religious Tolerance. Journal of Intercultural Communication Research, 48(4), 341–369. doi: https://doi.org/10.1080/17475759.2019.1639535

Elkink, Johan A., David M. Farrell, Theresa Reidy, and Jane Suiter. (2017). Understanding The 2015 Marriage Referendum in Ireland: Context, Campaign, and Conservative Ireland. Irish Political Studies, 32(3), 361–81. doi: https://doi.org/10.1080/07907184.2016.1197209

Fasuedma, Irasti. (2013). Modal Sosial Dalam Tradisi Agung Gawe Pada Masyarakat Desa Meranjat II Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir. Palembang: Universitas Sriwijaya.

Fauzi, Muhammad. (2022). Asal Usul, Legenda, dan Budaya Meranjat. Ogan Ilir: Arsip Pribadi.

Goa, Lorentius. (2017). Perubahan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat. Jurnal Kateketik dan Pastoral, 2(2), 53–67. doi: https://doi.org/10.53544/sapa.v2i2.40

Habibi, Roy Kembar, and Eni Kusdarini. (2020). Kearifan Lokal Masyarakat dalam Melestarikan Tradisi Pernikahan Pepadun di Lampung Utara. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(1), 60–69. doi: https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n1.p60-69.2020

Hariadi, Abrar Haris, Budi Eka Putra, Yulisman, Reza Lahardo, and Syafrilman (2014). Warisan Budaya Tak Benda Di Kepulauan Mentawai, Kepulauan Enggano, Dan Kabupaten Ogan Komering Ilir, ed. by Muhammad Nur. Padang: Balai Pelestaraian Nilai Budaya Padang.

Hasan, Hambali, Dastini, Azis Numal, Usmawadi, and Syafei Wahid. (1985). Upacara Tradisional yang Berkaitan dengan Peristiwa Alam dan Kepercayaan Daerah Sumatera Selatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985.

Herintation. (1994). Tahapan Dan Upacara Perkawinan di Meranjat. Palembang: Museum Balaputra Dewa.

Husna, Asmaul, Alfiandra, and Sri Artati Waluyati. (2019). Analisis Nilai-Nilai Dalam Undang-Undang Simbur Pada Masyarakat Ogan Ilir. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 16(1), 12–21. doi: https://doi.org/10.21831/jc.v16i1.19237

Ilhamudin, J. Suyuthi Pulungan, and Nor Huda, ‘Sejarah Kebudayaan Islam Di Ogan Hilir, 1934-2004’, JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam), 3.2 (2020), 104–23

Imron, Ali, and Rinaldo Adi Pratama. (2020). Perubahan Pola-Pola Perkawinan Pada Masyarakat Lampung Saibatin. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(1), 121–30. doi: https://doi.org/10.24252/ad.v5i2.4845

Kurniawan, M, Emil El Faisal, and Kurnisar Kurnisar. (2019). Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Perubahan Adat Istiadat “Ngocek Bawang” di Kelurahan Indralaya Mulya Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir. Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN, 6(1), 134–52. doi: https://doi.org/10.36706/jbti.v6i1.7928

Lubis, Bangun P., and Adi Inggit Handoko. (2017). Komunikasi Keteladanan dan Nilai-Nilai Adat Masyarakat Melayu (Studi Deskriptif Kualitatif Masyarakat Perkotaan Palembang Dalam Mewariskan Budaya Melayu Kepada Anak) Bangun’, in Konferensi Nasional Komunikasi, 622–33

Munawaroh, Dedeh Sri Ulfa. (2013). Ensiklopedia Seni dan Budaya Nusantara Sumatera Selatan. Jakarta: PT Mentari Utama Unggul, 2013.

Murdiati, Eni, Candra Darmawan, and Dahlia. (2019). Analisis Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi Pernikahan 7 Hari Desa Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Yonetim, 2(1), 54–78 https://doi.org/10.19109/yonetim.v2i1.3762

Nurhasan. (2014). Menelisik Sejarah Dan Kebudayaan Islam di Ogan Ilir’, Criksetra: Jurnal Pendidikan dan Kajian Sejarah, 3(5), 1–5.

Prayogi, Ryan and Endang Danial. (2016). Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Pada Suku Bonai Sebagai Civic Culture Di Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Humanika, 23(1), 61–79.

Putri, Henny Rosa. (2021). Pindang Meranjat: Makanan Tradisional Sarat Nilai Sejak Tempo Dulu’, in Mozaik Sejarah Lokal Nusantara. Pontianak: Enggang Media.

Rifki, Dian, and Nofroza Yelli. (2019). Pola Tabuhan Musik Terbangan Di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Jurnal Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni, 21(1), 56–66. doi: https://doi.org/10.26887/ekspresi.v21i1.688

Salim, Munir. (2016). Adat Sebagai Budaya Kearifan Lokal untuk Memperkuat Eksistensi Adat ke Depan. Al Daulah : Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan, 5(2), 244–55. doi: https://doi.org/10.24252/ad.v5i2.4845

Saputra, Dani Nur. (2020). Culture Change: Case of the Use of Traditional Instruments Replaced With Modern Instruments in Keroncong Music. Grenek: Jurnal Seni Musik, 9(2), 59–70. doi: https://doi.org/10.24114/grenek.v9i2.19787

Sumaatmadja, Nursid. (2000). Manusia dalam Konteks Sosial Budaya dan Lingkungan Hidup. Bandung: Alfabeta.

Sumanto, Dedi. (2018). Hukum Adat Di Indonesia Perspektif Sosiologi Dan Antropologi Hukum Islam. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 17(2), 181–91. doi: https://doi.org/10.31958/juris.v17i2.1163

Suwari, Sadiman, Ratu P. Bangsawan, Ahmad Faizin, and Raden Muhammad Tohir. (2019). Ayo Mengenal Ritual Dan Kuliner Sumatera Selatan, ed. by Dewi Ardila. Palembang: CV Anugrah Jaya.

Syarifuddin, Adhitya Rol Asmi, and Helen Susanti. (2020). Pergeseran Tata Cara Pelaksanaan Adat Pernikahan Di Palembang 1990-2010. Mozaik Humaniora, 21(2), 239–52. doi: https://doi.org/10.20473/mozaik.v21i2.22816.

Teguh, Abu Bakar’uddin M. (2015) Selayang Pandang Tentang Adat Istiadat Suku Penesak Meranjat. Ogan Ilir: Arsip Pribadi.

Wulandari, Dwi Anggi, and Marzuki. (2020). Undang-Undang Simbur Cahaya Dalam Mengatur Hukum Perkawinan Di Kesultanan Palembang. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(2), 187–97 doi: https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n2.p187-197.2020

Zamzami, Lucky. (2016). Dinamika Pranata Sosial Terhadap Kearifan Lokal Masyarakat Nelayan Dalam Melestarikan Budaya Wisata Bahari. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 18(1), 57–67. doi: https://doi.org/10.25077/jantro.v18i1.53

StatisticsStatistik Artikel

Artikel ini sudah dibaca : 162 kali
Dokumen Pdf sudah dibaca/diunduh : 2 kali