Reader Comments

Ini Proses Pengerjaan Batik Catat

by Lintang Bumi Indonesia (2020-07-04)


Salah satunya tehnik pengerjaan batik dengan catat. Nilai jual batik catat relatif semakin tinggi dibanding batik hasil cap serta print. Hal itu dikarenakan oleh prosedurnya yang semakin memerlukan waktu serta tigkat kesulitannya yang semakin tinggi. Dikutip dari usaha.com, Managing Director PT. Batik Danar Hadi Solo, Diana Santosa menerangkan jika pengerjaan batik catat bisa memerlukan waktu satu sampai tiga bulan.

Alat serta bahan dan manfaatnya
Dalam membuatnya batik catat memerlukan beberapa alat serta bahan. Ada sepuluh alat serta bahan yang perlu disediakan buat membuahkan gambar yang valid. Pertama ialah kain untuk bahan fundamen. Ada beberapa macam kain yang bisa digunakan diantaranya kain mori, kain rayon, kain kapas, kapas grey sampai kain sutera.

Ke-2 ialah canting yang berperan untuk alat pelukis motif di kain batik. Lalu ada malam yang disebut lilin batik dengan peranan untuk perintang atau penutup sisi spesifik dari kain batik supaya tidak terserang pewarna.

Setelah itu ada zat pewarna yang terdiri dari zat alami serta sintetis. Untuk pewarna alami umumnya didapat dari tumbuh-tumbuhan seperti indigo atau kayu. Beberapa kayu yang bisa digunakan anatara lain ialah kayu tinggi, kayu jambal, kayu tegeran dan sebagainya. Selanjutnya ada wajan serta kompor kecil yang berperan untuk mencairkan serta memuat malam.

Beberapa alat simpatisan setelah itu gawangan untuk penyangga kain waktu dilaksanakan proses penggambaran motif. Dingklik yang disebut satu bangku kecil dari plastik atau kayu dengan peranan untuk tempat duduk pengrajin. Bandul yang disebut besi atau kayu dengan peranan untuk alat pemberat untuk penahan kain batik supaya tidak berubah.

Lalu ada taplak sebagai alas pengrajin yang umumnya ditempatkan antara paha serta kain batik. Paling akhir ialah meja kayu untuk tempat meratakan kain serta tempat menggambar skema motif dengan pensil sebelum masuk proses pembatikkan.

Proses pengerjaan batik catat
Ada dua belas cara yang dilalui untuk membuahkan satu kain dengan motif batik. Pertama ialah nyungging, proses ini ialah awal pengerjaan gambar skema batik yang dilaksanakan pada suatu kertas. Ini juga harus dilaksanakan oleh ahli skema.

Setelah itu njaplak yakni proses perpindahan skema yang telah dibikin dari kerta ke kain. Berikutya diteruskan dengan nglowong, yang disebut proses pelekatan malam di kain dengan ikuti skema yang telah ada, pada proses ini motif batik akan memulai nampak.

Selanjutnya ialah ngiseni yang disebut pemberian motif isian pada ornament penting yang sudah ada. Kemudian ada nyolet yang disebut pewarnaan di bagian spesifik pada motif.

Proses setelah itu mopok, di bagian ini sisi yang telah dilapis malam tertutupi lagi. Step itu disertai dengan nembok yang disebut roses penutupan sisi fundamen kain.

Selanjutnya dilaksanakan pewarnaan kain secara detail yang disebutkan dengan ngelir, haal ini diiringi dengan peluruhan malam melalui perendaman kain di air mendidih yang umum disebt nglorod.

Step setelah itu ngerentasi, dalam proses ini ornament penting yang sudah digambar diberi garis-garis yang umum disebutkan cecek. Lalu seterusnya di bagian spesifik kembali lagi tertutupi dengan malam, proses itu biasa disebutkan dengan nyumri.

Dua step paling akhir yang dilaksanakan ialah nyoja yakni di celupkannya kain dengan warna coklat atau sogan serta nglorod ke-2 untuk meluruhkan semua malam pada step paling akhir.