Reader Comments

Apa Itu Cumlaude vs Summa Cumlaude vs Magna Cumlaude?

by area seoku (2019-11-05)


Pernahkan anda mendengar istilah Cumlaude, Summa Cumlaude, dan Magna Cumlaude? Bagi yang bergelut di Institusi perguruan tinggi, tentu saja gelar tersebut sudah tidak asing. Ketiga istilah gelar diatas juga kerap disebut dengan sebutan Penghargaan Latin. Masing-masing kriteria memiliki definisi dan penjelasannya sendiri. Berikut ulasan selengkapnya untuk anda.

1. Definisi Cumlaude

Cumlaude bisa diterjemahkan dengan kata With Praise. Gelar cumlaude berarti lulus dengan kehormatan, wisuda dengan kehormatan, dan lulusannya memiliki IPK tinggi. Istilah ini digunakan oleh hampir sebagian besar perguruan tinggi di tanah air. Mereka yang menyandang predikat ini, biasanya memiliki nilai lebih tinggi dari batas tertentu.

2. Definisi Summa Cumlaude

Summa Cumlaude kerap diartikan dengan istilah With Highest Praise atau dengan Kehormatan Tertinggi. Lulusan yang memperoleh gelar tersebut memiliki IPK lebih tinggi dari gelar Cumlaude. Summa Cumlaude biasanya diberikan kepada satu individu untuk satu angkatan. Peraih gelar satu ini seringkali dipercaya untuk mengucapkan pidato perpisahan kelulusan.

Baca Juga : Beasiswa Untuk Mahasiswa S1

Persyaratan Berbasis IPK

Banyak institusi perguruan tinggi yang menggunakan Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK kumulatif untuk menentukan siapa yang lulus bahkan bisa digunakan untuk klasifikasi summa cumlaude. Sebagai contoh bisa kita ambil dari mahasiswa di Universitas New Mexico.

Mahasiswa di Perguruan Tinggi tersebut perlu menyelesaikan 60 jam kredit untuk syarat lulus selain memiliki IPK 3.9 atau lebih tinggi untuk mendapatkan gelar kehormatan tertinggi Summa Cumlaude. Dalam beberapa kasus, hanya segelintir lulusan yang bisa meneria penghargaan Summa Cumlaude ini.

Dengan menggunakan IPK sebagai standar kelulusan, maka jumlah lulusan setiap tahunnya pun bervariasi. Kemungkinan tidak ada batasan secara potensial untuk persentase siswa yang lulus. Asalkan siswa tersebut berhasil memenuhi persyaratan IPK.

Summa Cumlaude dan Peringkat Kelas

Meskipun dengan basis IPK untuk menetapkan penghargaan Latin merupakan hal umum di hampir seluruh Institusi Pendidikan Tinggi, namun ada sejumlah faktor lain yang bisa anda masukan juga. Salah satunya peringkat kelas.

Sejumlah perguruan tinggi mencadangkan gelar lulusan tertinggi atau Summa Cumlaude untuk siswa yang memiliki level tertinggi di kelasnya. Dalam hal ini, IPK merupakan faktor yang menentukan apakah siswa menerima kehormatan ini. Namun siswa juga tidak perlu memperoleh IPK tertentu untuk mencapai prestasi tersebut.

Contohnya tentang bagaimana pernghargaan Latin berbasis peringkat untuk lulusan di Universitas Massachusetts di Amherst. Lulusan di universitas tersebut harus menyelesaikan 5% teratas dari kelas kelulusan dan 54 kredit untuk bisa mendapat gelar Summa Cumlaude.

Baca Juga : 5 Tips Memilih Jurusan Kuliah Agar Bermanfaat

Dalam kasus ini, penghargaan Latin tergantung pada kinerja siswa di kelas tertentu. Seringkali penghargaan yang diterima begitu relevan dengan bidang studi utama mereka.

3. Definisi Magna Cumlaude

Magna Cumlaude dalam bahasa inggris diterjemahkan dengan kalimat With Great Honor. Namun para sarjana mendefinisikannya dengan kalimat With Great Praise. Lulusan dengan gelar Magna Cumlaude biasanya memiliki nilai terbaik kedua. Magna Cumlaude umumnya diberikan kepada lulusan yang masuk 10%-15% teratas untuk satu angkatan.

Penggunaan gelar satu ini umumnya diberlakukan di sejumlah negara. Seperti Amerika Serikat, Republik Dominika, Indonesia, Filipina, dan beberapa negara Eropa.

Kriteria Lulus Magna Cumlaude

Tiap perguruan tinggi memiliki pedoman bervariasi dalam menetapkan tingkat kelulusan. Termasuk untuk gelar Magna Cumlaude. Tiap perguruan tinggi menetapkan kriteria mereka untuk mendapat pencapaian yang diinginkan. Contoh ambang IPK yang biasanya digunakan sebagai patokan:

5-3.7 Cumlaude
8-3.9 Magna Cumlaude
0+ Summa Cumlaude

Namun patokan diatas sifatnya fleksibel karena ada sejumlah perguruan tinggi yang menerapkan standarnya sendiri. Di Universitas Pennsylvania misalnya, lulusan dengan IPK rata-rata 3.8 atau lebih tinggi sudah bisa menerima gelar Summa Cumlaude.

Sekolah Tinggi Seni dan Sains Universitas Negeri Ohaio menerapkan standar IPK 3.5-3.9 untuk memperoleh gelar Summa Cumlaude. Hal berbeda diterapkan pada Sekolah Tinggi Teknik Universitas Michigan dimana lulusan dengan IPK 3.75 sudah layak diberi gelar Summa Cumlaude.

Sebenarnya daripada berpatok pada tingginya IPK, sejumlah perguruan tinggi memberikan gelar kehormatannya berdasarkan pada peringkat kelas siswa. Contohnya di New York University yang menganugerahkan penghargaan Summa Cumlaude diatas 5% dari kelas sarjana. Sedangkan Magna Cumlaude 10% dan Cumlaude sebesar 15%.

Selain persyaratan numerik, sejumlah perguruan tinggi juga memiliki kriteria lain dalam menetapkan gelar kehormatan. Seperti rekomendasi fakultas atau persyaratan bahwa siswa sudah menyelesaikan sejumlah kursus lanjutan atau juga telah menulis tesis kehormatan.

Baca Juga : Bagaimana Cara Mendapatkan Beasiswa S1?

Pekerjaan untuk Lulusan Magna Cumlaude

Meskipun prestasi akademik tidak selalu menjamin kesuksesan di tempat kerja, memiliki gelar magna cumlaude tentu merupakan keuntungan yang dapat membantu lulusan membuat langkah pertamanya menuju kesuksesan karirnya. Biasanya lulusan Magna Cumlaude bisa diterima di beberapa bidang. Seperti:

Bidang keuangan
Manajemen
Konsultasi
Pengaruh Gelar Kehormatan dan Penghasilan

Dua peneliti dari Universitas Illinois di Chicago yakni Pauline Khoo dan Ben Ost berusaha meneliti tentang pengaruh gelar kehormatan atau penghargaan Latin pada penghasilan. Penelitian yang bertajuk “The Effect of Latin Honors on Earnings” ini memberikan beberapa hasil.

Menurut catatan mereka, pekerja yang memperoleh gelar kehormatan memang akan memberikan pengembalian ekonomi di pasar tenaga kerja. Namun manfaat tersebut hanya bertahan dua tahun saja.

Baca Juga : Universitas Swasta Terbaik di Indonesia

Mereka pun menambahkan “Pada tahun ketiga pasca kuliah, kami tidak melihat pengaruh penerima penghargaan dengan upah. Hal ini menunjukkan sinyal kuat bahwa perusahaan cenderung mencari lulusan baru”

Editorial 2011 di surat kabar mahasiswa Universitas Havard, Crimson bahkan menyerukan penghapusan gelar kehormatan atau gelar latin tersebut. Penghargaan Latin menurutnya mendorong siswa untuk melihat kelas di luar konsentrasi mereka belajar. Pada akhirnya nilai tertinggi akan menjadi satu-satunya tujuan dibandingkan peluang untuk eksplorasi intelektual.

Ternyata setiap perguruan tinggi terutama di Amerika Serikat memberi patokan berbeda dalam memberikan penghargaan Latin untuk para lulusannya. Tidak kesamaan antara pemberian gelar Cumlaude, Summa Cumlaude, dan Magna Cumlaude antar satu perguruan tinggi dengan yang lainya.