Pengembangan Ekowisata Pulau Tunda Berbasis Komunitas dalam Era Industri 4.0

Author(s)
Helmy Faizi Bahrul Ulumi (Department of Islamic Community Development, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin, Banten)
Muhammad Syafar (Department of Islamic Community Development, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin, Banten)
Abstract

The development agenda that designed in the Sustainable Development Goals (SDGs) in 2030 is a challenge for all global stakeholders. This article aims: 1) To identify ecotourism that is develop based on the social capital and local wisdom of community in Tunda Island, 2) To identify the development of community-based ecotourism in the industrial era 4.0 through digital technology, 3) To analyse of benefits of digital technology for ecotourism development. The method used through field study with descriptive qualitative research type. The results of the study show that are: 1) ecotourism that has been developed by the community focuses on social capital and local wisdom of the community, 2) Digital technology application on the implementation of ecotourism development conducted through the provision of websites and social media by community of Tunda island, and 3) Benefit of digital technology has an impact for socio-economic of community and acessability dealing with ecotourism management. Furthermore, enhaching human capacity needed for community to improve Tourism Group (Pokdarwis) as a social institution that has a role in developing ecotourism in Tunda Island.

Keywords
Social capital; Community; Ecotourism; Industry 4.0
Klik untuk membaca artikel penuh
Pdf
References

Darus, Robba Fahrisy, Dedi, Juraij, Syahrial, Dea Fauzia Lestari, Aditya Hikmat Nugraha, N. P. Z. (2014). Keanekaragaman Hayati Ekosistem Pesisir di Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Banten. Seminar Nasional Kelautan: Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil Berkelanjutan Melalui Kedaulatan Maritim, 53(9), 1689–1699.

Djamba, Y. K., & Neuman, W. L. (2002). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Teaching Sociology, 30(3), 380. https://doi.org/10.2307/3211488

Hijriati, E., & Mardiana, R. (2015). Pengaruh Ekowisata Berbasis Masyarakat terhadap Perubahan Kondisi Ekologi, Sosial dan Ekonomi di Kampung Batusuhunan, Sukabumi. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 2(3). https://doi.org/10.22500/sodality.v2i3.9422

Kuswara, K. (2013). Daya Dukung Lahan untuk Pengembangan Perumahan Di Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa dan Pulau Tunda. Jurnal Permukiman, 8(1), 24–29. Retrieved from http://jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/download/95/82

Marsudi, A. S., & Widjaja, Y. (2019). Industri 4.0 dan Dampaknya Terhadap Financial Technology serta Kesiapan Tenaga Kerja di Indonesia. Ikraith Ekonomika, 2(2), 1–10.

Mba, D. A. (2020). Ekowisata sebagai Bentuk Adaptasi Masyarakat Liang Ndara pada Pariwisata. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(2), 198–207. https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n2.p198-207.2020

Miswanto, M., & Safaat, M. (2018). DAMPAK PEMBANGUNAN INDUSTRI PARIWISATA TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 20(1), 45–55. https://doi.org/10.25077/jantro.v20.n1.p45-55.2018

Natasuwarna, A. P. (2019). Tantangan Menghadapi Era Revolusi 4.0 (Big Data dan Data Mining). Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (Sindimas) 2019, 23–27.

Neuman, W. L. (2003). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. USA: Allyn and Bacon.

Pemerintah Desa Wargasara. (2018). Profil Desa Wargasara: Pulau Tunda. Serang.

Pemerintah Kecamatan Tirtayasa. (2016). Tirtayasa dalam Angka. Serang.

Sugiyono. (2008). Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Sujarwani, R., Wulandari, F. D., Husni, A., Rianto, F., & Sarinah. (2018). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOMUNITAS ADAT TERPENCIL (KAT) OLEH PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 20(1), 17–31. https://doi.org/10.25077/jantro.v20.n1.p17-31.2018

Sulistian, A. (2016). Pulau Tunda sebagai Daerah Tujuan Wisata Bahari Kabupaten Serang. Skripsi pada Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa-Banten.

Syafar, M. (2016). Memahami Penerapan dan Manfaat Teori Sistem, Life-Span, Interaksi Simbolis, Pertukaran Sosial pada Masalah Sosial. Lembaran Masyarakat, II(1), 1–28. Retrieved from http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/lembaran/article/view/479/415

Syafar, M. (2017). Modal Sosial Komunitas dalam Pembangunan Sosial. Lembaran Masyarakat, III(1), 1–22. Retrieved from http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/lembaran/article/view/530/457

Syahrial, S., & Sastriawan, Y. (2018). Pola Sebaran, Indikator Kualitas Lingkungan dan Ekologi Komunitas Mangrove Pulau Tunda. SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology. https://doi.org/10.14710/ijfst.14.1.43-51

Umam, C. (2019). Strategi Pengembangan Ekowisata Bahari di Pulau Tunda. Jurnalis, 2(1), 13–22. Retrieved from http://ejournal.lppm-unbaja.ac.id/index.php/jls/article/download/528/243

Wolah, F. F. C. (2016). Peranan Promosi dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Poso. Acta Diurna, 5(2). Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/actadiurnakomunikasi/ article/view/11722

Zamani, N. P. (2016). Kondisi Terumbu Karang dan Asosiasinya dengan Bintang Laut di Perairan Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Jurnal Teknologi Perikanan Dan Kelautan. https://doi.org/10.24319/jtpk.6.1-10

StatisticsStatistik Artikel

Artikel ini sudah dibaca : 257 kali
Dokumen Pdf sudah dibaca/diunduh : 0 kali