Agama, Modal Sosial dan Ketahanan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana di Kota Banda Aceh

Author(s)
Fajri M Kasim (Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Malikussaleh, Aceh)
Abidin Nurdin (Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Malikussaleh, Aceh)
M Rizwan (Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Malikussaleh, Aceh)
Abstract
This article examines religion as social capital in realizing resilience in Aceh. The purpose of this research is to discuss how religion and its values become social capital, and how to socialize these religious values in society. This research is a qualitative research procedure that produces descriptive data in the form of written or spoken words from observable people's behavior. The theory used is social capital which believes that religious values, norms and beliefs contained in social structures and structures are able to bond and integrate society to move together to solve problems. The approach is ethnography, which is a written description of people's way of life. There are three data techniques, namely; interviews, observation and document study, then analyzed by exclusion, namely matching all data that has been obtained. The results showed that religion is capable of being a social capital, as well as having values and the norms of tawhid, patience, sincerity, tawakkal and togetherness; These values and norms have been socialized since Islam entered Aceh and continue to be carried out by families and religious leaders through education. Thus, through religion as social capital, it can create resilience in the face of disasters in Acehnese society
Keywords
Religion; social capital; norms and values; socialization of values and disaster resilience.
Klik untuk membaca artikel penuh
Pdf
References

Amin, M. (2016). “Sosialisasi Nilai-Nilai Agama di Kalangan Mahasiswa Program Studi Sosiologi UIN Sunan Kalijaga.” Sosiologi Agama: Jurnal Ilmu Sosiologi Agama dan Perubahan Sosial 10 (2): 133-154.

Alfian, I, (1987). Perang di Jalan Allah: Perang Aceh 1873-1912, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional. 2016. Risiko Bencana Indonesia, Jakarta: Badan nasional Penanngulangan Bencana.

Darmi, T. (2016), “Optimalisasi Peran Perempuan Berbasis Modal Sosial Pada Sektor pemerintahan Desa (Study pada Pengelolaan Dana Desa).” Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya 18 (1): 21-27.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2009). Handbook of Qualitative Research, terj. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Desfandi, M. (2014). “Urgensi kurikulum pendidikan kebencanaan berbasis kearifan lokal di Indonesia.” Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal 1(2): 191-198.

Duranti, A. (2012). Anthropology and linguistics. The SAGE handbook of social anthropology, 1: 12-26.

Fathy, R. 2019. “Modal Sosial: Konsep, Inklusivitas dan Pemberdayaan Masyarakat.” Jurnal Pemikiran Sosiologi 6 (1): 1-17.

Fukuyama, F. (1995). Trust: The social virtues and the creation of prosperity (99). New York: Free press.

Kasim, M. F, Nurdin, A. (2016). “Resolusi Konflik Berbasis Kearifan Lokal di Aceh: Studi tentang Eksistensi dan Peran Lembaga Adat dalam Membangun Perdamaian di Kota Lhokseumawe.” Jurnal Ilmu Ushuluddin 3 (1): 101-118.

Kasim, M. F. Nurdin, A. (2020). “Study of Sociological Law on Conflict Resolution Through Adat in Aceh Community According to Islamic Law.” Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam 4 (2): 375-397.

Marfai, M. A., Rahayu, E., & Triyanti, A. (2018). Peran Kearifan Lokal Dan Modal Sosial Dalam Pengurangan Risiko Bencana Dan Pembangunan Pesisir, Yogyakarta: UGM Press.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1984). Qualitative data analysis: A sourcebook of new methods. In Qualitative data analysis: a sourcebook of new methods. Sage publications.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif.

Narayan, D., & Cassidy, M. F. (2001). A Dimensional Approach to Measuring Social Capital: Development And Validation of A Social Capital Inventory. Current sociology, 49 (2): 59-102.

Nazir, M. 1985. Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nirzalin, Febriandi, Y. (2020). “Teungku Dayah Agency and Religious Social Capital on Drug Eradication In Aceh, Indonesia.” Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik, 23 (3): 210-222.

Paramita, I. G. A. (2018). “Bencana, Agama dan Kearifan Lokal.” Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan, 18(1): 36-44.

Putnam. (2004). Social Capital and Civic Community, USA: Infed.

Putri, Z. E., Azwar (2020). “Modal Sosial kelompok Rentan Sebagai Upaya Disaster Risk Reduction,” Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya 22 (2): 236-245.

Putri, I. A. (2017). “Jaringan Kekerabatan Matrilineal Sebagai Modal Sosial Perempuan Caleg dalam Pemilu 2014.” Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya 19 (2): 167-178.

Ritzer, G. dan Goodman D.J., (2004). Teori Sosiologi Moden, Edisi Keenam, Terjemahan, Jakarta: Kencana.

Sari, R. H., & Taqwaddin Husin, S. (2016). “Kearifan Lokal Smong Masyarakat Simeulue Dalam Kesiapsiagaan Bencana 12 Tahun Pasca Tsunami.” Jurnal Ilmu Kebencanaan: Program Pascasarjana Unsyiah, 3 (1): 27-32.

Sukmana, E. T. 2013. “Revitalisasi Keharmonisan Dunia (Menilik Relevansi Antara Moral, Agama, dan Bencana).” Jurnal Essensial, Vol. XIV No. 1 April.

Suwignyo, A. (2019). A Tsunami-Related Life History of Survivors in Banda Aceh, Indonesia and Sendai, Japan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 23(2): 120-134.

UNISDR, (2004). Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction: Revealing Risk, Redefining Development, Information, Press, UK: Oxfrod.

UNISDR, (2004). Living with Risk: A Global Review of Disaster Reduction Initiatives, Inter-Agency Secretariat of the Internasional Strategy for Disaster Reduction (UNISDR).

Utami, S. N. H. (2012). Bertani Selaras Alam di Lereng Merapi: Kekuatan Agama dan Kearifan Lokal dalam Proses Kebangkitan Pasca Gempa di Kasongan Bantul, Yogyakarta dalam Agus Indiyanto dan Arqom Kuswanjono, Konstruksi Masyarakat Tangguh Bencana Kajian Integratif Ilmu, Agama, dan Budaya, Buku III, Yogyakarta: Universitas Gajah Mada, 2012.

Wawancara dengan Dr. Mursyid Djawas, Dosen Universitas Islam negeri Ar-Raniry Banda Aceh, 24 Oktober 2020.

Wawancara dengan NA salah seorang warga yang selamat dari gempa dan tsunami di Masjid Raya Baiturrahman, 16 Oktober 2020.

Wawancara dengan Sabri Arsyad, Kepala Bidang Perencanaan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Banda Aceh, 23 September 2020.

Wawancara dengan Teungku Rusli Daud, MA, Anggota Majelis Permusyaratan Ulama dan Ketua Nahdlatul Ulama Kota Banda Aceh, 22 Oktober 2020.

Wawancara dengan Tu Bulqaini Tanjongan, Wakil Ketua Majelis Permusyaratan Ulama Kota Banda Aceh, 23 September 2020.

Wawancara dengan Yubahri, Sekretaris BPBD Kota Banda Aceh, 23 September 2020.

Wawancara Ibu MS, seorang warga yang selamat dari gempa dan tsunami di Kota Banda Aceh, 17 Oktober 2020.

Zal, W. A. (2018). “Ketahanan Komuniti Mangsa Bencana Banjir Di Pantai Timur Semenanjung Malaysia Dalam Konteks Modal Komuniti.” Journal of Nusantara Studies (JONUS), 3(2): 41-53.

StatisticsStatistik Artikel

Artikel ini sudah dibaca : 169 kali
Dokumen Pdf sudah dibaca/diunduh : 1 kali