Melemahnya Budaya Jamu Cekok di Kelurahan Pare

Author(s)
Siti Zulaikha (Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Malang, East Java)
Nur Hadi (Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Malang, East Java)
Joan Hesti Gita Purwasih (Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Malang, East Java)
Abstract
Jamu is a traditional medicine that has been widely known by the Indonesian people. One kind of herbal medicine is now rarely used, namely herbal suppression. The term cekok comes from the Javanese language which means to drink by force. The purpose of this study is to describe how the weakening of the herbal medicine culture in Pare Village. Research using ethnographic qualitative methods with interview and observation techniques. The results of this study indicate that the community sees the existence of herbal suppressants. However, there are not as many devotees as before. As an analytical technique, the author uses an anthropological perspective on medical health behavior according to Notoatmodjo to explain the data found. Data analysis used is the data used, data reduction, and data presentation in the form of descriptions. This study shows that the weakening of the herbal medicine culture, including the number of more modern dietary supplements for children; parents who do not have the heart to do the prostitution process; and the knowledge of parents about the recipe for making the herbal-punching herb
Keywords
Jamu; Cekok; Culture; Children; Pare
Klik untuk membaca artikel penuh
Pdf
References

Australian Institute Of Health And Welfare. 2012. “Australia’s Food and Nutrition 2012.” https://www.aihw.gov.au/reports/food-nutrition/australias-food-nutrition-2012/contents/table-of-contents (Agustus 30, 2020).

Bogdan, R., Taylor, S. J., & Taylor, S. S. 1975. “Introduction to qualitative research methods: A phenomenological approach to the social sciences. Wiley-Interscience.”

Cresswell, John W. 2007. “Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Traditions.” Western Journal of Nursing Research 21(1): 103–5.

Eisenstadt, Shmuel N. 1977. Revolusi dan Transformasi Masyarakat,. jakarta: CV Rajawali.

Foster, Anderson, G.M, B.G. 2006. Antropologi Kesehatan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Geertz H. 1961. Keluarga Jawa. Jakarta: PT. Grafiti Press.

Gita Purwasih, Joan Hesti, Mahendra Wijaya, dan Drajat Tri Kartono. 2019. “Strategi Bertahan Hidup Perajin Gerabah Tradisional.” Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya 21(2): 159.

Handajani, Sih Rini, dan KH Endah Widhiastuti. 2018. “Pengaruh Jamu Cekok Terhadap Kenaikan Berat Badan Dan Jumlah Makanan Yang Dikonsumsi Mencit.” Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional 3(2). http://jurnalbidankestrad.com/index.php/jkk/article/view/73 (Juni 2, 2020).

Husaini, Husaini et al. 2017. BUKU AJAR Antropologi Sosial.

Jennifer, Herika, dan Endah Saptutyningsih. 2015 “PREFERENSI INDIVIDU TERHADAP PENGOBATAN TRADISIONAL DI INDONESIA.” 16: 16.

Koesoemawardani, Dyah, Sri Hidayat, dan Fibra Nurainy. “PEMBUATAN PERMEN JAMU CEKOK SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI PRODUK JAMU DI KECAMATAN BUMIRATU NUBAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH.” : 5.

Marni, Marni, dan Retno Ambarwati. 2015. “KHASIAT JAMU CEKOK TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA ANAK.” Jurnal Kesehatan Masyarakat 11(1): 102.

Meiyenti, Sri, Maihasni Maihasni, dan Aziwarti Aziwarti. 2019. “Faktor-faktor Budaya Penghambat Penderita Kanker Berobat ke Fasilitas Pengobatan Modern.” Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya 21(2): 142.

PAHANDAYANI, P. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pemilihan Pengobatan Alternatif Jamu Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rumah Riset Jamu Hortus Medicus Tawangmangu (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

“PMK No. 42 ttg Penyelenggaraan Imunisasi.pdf.” https://peraturan.bkpm.go.id /jdih/userfiles/batang/PMK%20No.%2042%20ttg%20Penyelenggaraan%20Imunisasi.pdf (Juni 2, 2020).

Ramadani, Mery. 2007. “KONSUMSI SUPLEMEN MAKANAN DAN FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN PADA REMAJA SMA ISLAM AL – AZHAR 3 JAKARTA SELATAN TAHUN 2005.” Jurnal Kesehatan Masyarakat 1(2): 5.

“Riskesdas 2010 Nasional.pdf.” http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/Riskesdas%202010%20 Nasional.pdf (Juni 4, 2020).

Satriyati, Ekna, dan Universitas Trunojoyo Madura. 2017. “Menjaga Tradisi Minum Jamu Madura Dengan Penyampaian Pesan Interpersonal Kesehatan Antara Peramu Dan Pengguna.” 10(2): 12.

Widiyanti, H. (2005). Sejarah Perkembangan Industri Jamu Tradisional dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Gentasari Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap Tahun 1990-2002 (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang).

Tilaar, Widjaja, Martha, Bernard T. 2014. The Power of Jamu. jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Togobu, Dian Mirza. 2019. “Gambaran Perilaku Masyarakat Adat Karampuang Dalam Mencari Pengobatan Dukun (Ma’sanro).” J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat 4(1): 16.

StatisticsStatistik Artikel

Artikel ini sudah dibaca : 195 kali
Dokumen Pdf sudah dibaca/diunduh : 0 kali