Sedulur Sikep Sebagai Bagian Keragaman Budaya Jawa

Author(s)
Primandha Sukma Nur Wardhani (Department of Civic Education, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta)
Samsuri Samsuri (Department of Civic Education, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta)
Abstract

The purpose of writing this article is to find out about the basic principles of life followed by sedulur sikep as part of the diversity of Javanese culture. Therefore there is a need for cultural preservation which is characterized by the basic principles of the life of the sedulur sikep. Articles compiled using the library research method is a data collection method that is carried out by utilizing library sources and materials. The result obtained is that sedulur sikep is a community group that still has and maintains its social foundation based on traditional values it adheres to. This community has a lot of local wisdom, among others, having a harmonious and sumeleh attitude, giving a good example of attitude, not talking (taking), not pethil (taking things), etc. The principle of harmony is not to like to be adored, not to get angry when reviled. The living person must: correct, be in harmony, understand others, behave cautiously, understand himself, be sensitive, patient, submit, and be mentally happy.

Keywords
Basic Principles of Life; Cultural diversity; Local wisdom; Sedulur Sikep
Klik untuk membaca artikel penuh
Pdf
References

Ahmadi, Abu. (2010). Psikologi Sosial. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Apriansyah, Huzer. (2013). Saminsme dan Islam Jawa dalam IBDA' Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol. 11 No.1 2013, 100-110. DOI 10.24090/ibda.v11i1.71.

Djoned, Marwati & Notosusanto. (2010). Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta: Balai Pustaka.

Endrayadi, Eko Chrys. (2013). Perjuangan Identitas Komunitas Sedulur Sikep Di Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah. Disertasi S3 Udayana.

Faturrohman, Deden. (2010). Hubungan Pemerintahan dengan Komunitas Samin. Dalam Agama Tradisional Bagian II. Yogyakarta: LkiS.

Hendrastomo, Grendi. (2018). Wong Sikep: Penjaga Eksistensi Ajaran Samin.

Koentjaraningrat. (2010). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Mulder, Niels. (2013). Mistisisme Jawa: Ideologi Di Indonesia. Yogyakarta: LKiS.

Munadi, Yudhi. (2013). Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi.

Nurrofika, Mukhamad Murdiono. (2020). Tradisi Hanta Ua Pua Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Religi Di Bima. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya - Vol. 22 No. 01 (June 2020) https://doi.org/10.25077/ jantro.v22.n1.p10-18.2020

Nurudin (Ed). (2012). Agama Tradisional. Malang: UMM Press.

Prasetya, T.J. (2010). Ilmu Budaya Dasar (Lengkap). Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Purwasito, Andrik. (2010). Agama Tradisional: Potret Kearifan Hidup Masyarakat Samin dan Tengger. Yogyakarta: Lkis.

Rosyid, Moch. (2010). Perempuan Samin Dehumanisasi Sistemik Di Tengah Benturan Budaya. Yogyakarta: Idea Press.

Rosyid, Moh. (2012). Perkembangan Komunitas Samin Di Kudus dan Perlawanannya Terhadap Program Pembangunan Irigasi Tahun 1986. Semarang. Tesis S2 Jurusan Sejarah Undip.

Roy Kembar Habibi, Eny Kusdarini. (2020). Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Melestarikan Tradisi Pernikahan Pepadun Di Lampung Utara. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya - Vol. 22 No. 01 https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n1.p60-69.2020

Sastroatmodjo, Soerjanto. (2010). Masyarakat Samin: Siapakah Mereka?. Yogyakarta: Narasi.

Utomo, S Laksanto. (2013). Budaya Hukum Masyarakat Samin. Bandung: PT. Alumni.

Wahono, dkk. (2012). Budi Baik Siregar dan Wahono (Ed.). Mempertahankan Nilai dari Gesekan Zaman Kembali Ke Akar. Jakarta: Forum Pengembangan Partisipasi Masyarakat

Wiryanti, Sri dan Kisyani. (2010). Situasi Ragam Wicara Komunitas Adat Samin: Kajian Etnopragmatik. dalam Laporan Penelitian.

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

StatisticsStatistik Artikel

Artikel ini sudah dibaca : 195 kali
Dokumen Pdf sudah dibaca/diunduh : 1 kali