Riau Malay Identity Politics

Author(s)
Muhammad Rafi (Department of Government Affairs and Administration, Jusuf Kalla School of Government, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia) Orcid ID Google Scholar or Scopus ID
Eko Priyo Purnomo (Department of Government Affairs and Administration, Jusuf Kalla School of Government, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia) Orcid ID Google Scholar or Scopus ID
Baskoro Wicaksono (Department of Government Science, Universitas Riau, Indonesia) Orcid ID Google Scholar or Scopus ID
Abstract

This article is a study of the process of the rise of Riau Malay Identity Politics when it was previously marginalized in the New Order era. The purpose of this article is to look at the stages in the formation of identity politics in restoring the glory of Malay culture in Riau province. This research is descriptive-explorative library research that explains and explores ideas about Riau Malay identity politics by answering questions in problems identified based on reading results and data interpretation related to the research theme. The results showed that after the reforms, the political elite of the Riau Province government tried to strengthen Malay identity with a variety of policies that were disseminated. Then, the negative views that were often directed towards ethnic Malay in the past, were rectified again by giving Islamic values to all the lives of the Malay people. Furthermore, the Local Government and the Riau Malay Customary Institution try to re-socialize the importance of the use of Malay as the origin of Indonesian.

Keywords
Politics; Identity; Malay; Riau
Klik untuk membaca artikel penuh
Pdf
References

Abdullah, A. (2017). Membaca Komunikasi Politik Gerakan Aksi Bela Islam 212: Antara Politik Identitas Dan Ijtihad Politik Alternatif. Jurnal An-Nida’ (Pemikiran Islam), 41(2), 202–212.

Abdullah, I. (2017). Glokalisasi Identitas Melayu: Potensi Dan Tantang Budaya Dalam Reproduksi Kemelayuan. Jurnal Universitas Gadjah Mada, 1(2), 1–7.

Affandi, S. A. (2018). Kapabilitas Lembaga Adat Melayu Riau Dalam Mewujudkan Visi Misi Riau 2020. Retrieved from www.repository.umy.ac.id

Albi Anggito, J. S. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jawa Barat: CV Jejak

Alfarabi. (2019). Simbol Eksistensi Identitas Etnik Melayu Riau Di Pekanbaru. Jurnal Kaganga, 3(1), 67–77.

Alfarabi, Venus Antar, Syafirah Nuryah Asri, & Salam Noor Efni. (2019). Elite Lokal Dan Upaya Pembentukan Wajah Baru Identitas Melayu Di Indonesia Pascareformasi. Jurnal Akademika, 89(3), 143–154.

Alfarabi, Venus Antar, Syafirah Nuryah Asri, & Salam Noor Efni. (2019). Rekonstruksi Stereotip Negatif Etnik Melayu. Jurnal Manajemen Komunikasi, 3(2), 131–141.

Alfarabi, Venus Antar, Syafirah Nuryah Asri, & Salam Noor Efni. (2019). Media Identitas Melayu Pascareformasi Di Indonesia. International Journal Of Multicultural And Multireligious Understanding, 6(1), 21–31.

Asrinaldi, A. (2018). Dimensi Kekuasaan Penghulu Adat Melayu Riau Dalam Pelaksanaan Demokrasi Lokal. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 20(1), 57–69.

Castells, M. (2010). The Power Of Identity. Chicester, United Kingdom: John Wiley And Sons Ltd.

Erman, M. A. (2018). Politik Identitas Dan Negara Bangsa Di Riau. Retrieved From www.unri.ac.Id

Habibi, M. (2017). Analisis Politik Identitas Di Indonesia. Jurnal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 1(3), 1–22.

Hapsa, Purnomo Eko Priyo. (2019). Relasi Kuasa Identitas Etnis Dilembaga Legislatif Periode 2014-2019. Jurnal Ilmu Pemerintahan & Kebijakan Publik, 3(1), 125–146.

Hemay, I., & Munandar, A. (2016). Politik Identitas Dan Pencitraan Kandidat Gubernur Terhadap Perilaku Pemilih. Jurnal Kajian Politik Dan Masalah Pembangunan, 12(1), 1737–1748.

Hermawan, I. (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif Dan Mexod Method. Kuningan: Hidayatul Quran Kuningan.

Heywood, A. (2014). Politik (Ke-4; A. L. Lazuardi, Ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jaya, A. C. (2018). Konsep Nation-State Dalam Pemikiran Ideologi Politik Melayu Islam Pada Abad Ke-19 M ( Studi Pemikiran Abdullah Bin Abdul Kadir Munsyi ( 1787-1854 ). Jurnal Kebudayaan Dan Sastra Islam, XVIII (2), 139–151.

M.Zainuddin. (2018). Mekanisme Lembaga Adat Melayu Riau Dalam Melestarikan Wisata Budaya Di Provinsi Riau. Jurnal Agregasi, 6(1), 92–107.

Marnelly, T. R. (2017). Dinamika Sosial Budaya Masyarakat Melayu Pesisir (Studi Pengelolaan Madu Sialang Di Desa Rawa Mekar Jaya). Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 19(2), 149–154.

Prayetno. (2016). Menguji Hak Politik Dalam Kontestasi Politik; Analisis Terhadap Politik Identitas Etnis Di Desa Perdamaian, Kecamatan Binjai, Kabupatan Langkat. Jurnal Pusham Unimed, VII (2), 39–54.

Putra, D. K. (2019). Relevansi Politik Identitas Pemilih Muslim Dalam Pemilihan Gubernur Sumatra Utara Tahun 2018. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 21(2), 236–244.

Ris’an Rusli, Y. (2018). Relevansi Dan Kontinuitas Pemikiran Islam Klasik Dalam Intelektualisme Islam Melayu Nusantara. Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya Jawa, 3(2), 187–197. Https://Doi.Org/10.15575/Jw.V3i2.3582

Riswari, A. A. (2019). Komunitas Surabaya Wotagei: Sebuah Kajian Budaya Populer. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 21(1), 121–131.

Salam, Noor Efni. (2017). Penetapan Simbol Arsitektur Perumahan Masyarakat Riau (Selembayung) Sebagai Strategi Dalam Melestarikan Budaya Melayu. 2th Celscitech-UMRI 2017, 2, 29–37.

Salim, K. (2015). Politik Identitas Di Maluku Utara Identity Politic In Maluku Utara. Jurnal Kajian Politik Dan Masalah Pembangunan, 11(2), 1667–1678.

Sanusi, I. (2017). Globalisai Melayu : Peluang Dan Tantangan Membangun Identitas Melayu Dalam Konteks Modernitas. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 1(1), 39–57.

Syamsuadi, A. (2018). Membangun Demokrasi Pemerintahan Di Riau Dalam Perspektif Budaya Melayu. Jurnal Dinamika Pemerintahan, 1(1), 1–10.

Syu’ib. (2017). Lembaga Adat Melayu Riau Periode 2012-2017 Dalam Menegakkan Identitas Kolektif Masyarakat Riau. Jurnal Online Mahasiswa Fisipol Universitas Riau, 4(2), 1–16.

Ulum, B., Jannah, S. R., & Arifullah, M. (2017). Hegemoni Sosial Dan Politik Identitas Putra Daerah Jambi. Jurnal Hukum Dan Perundangan Islam, 7(1), 225–249.

Yosi Malasari, C. D. (2017). Budaya Adat Pengantin Melayu Riau Dalam Pengembangan Budaya Kewarganegaraan. Jurnal Humanika, 24(1), 11–23.

Zed, M. (2015). Hubungan Indonesia-Malaysia : Perspektif Budaya Dan Keserumpunan Melayu Nusantara. Jurnal Tingkap, XI(2), 140–159.

Comments on this article

View all comments

StatisticsStatistik Artikel

Artikel ini sudah dibaca : 227 kali
Dokumen Pdf sudah dibaca/diunduh : 3 kali