Civil Rights of the Believers of Unofficial Religions (Penghayat Kepercayaan) in Pekalongan District

Author(s)
Moh. Ilham A Hamudy (Research and Development Agency Ministry of Home Affairs, Republik of Indonesia)
M Saidi Rifki (Research and Development Agency Ministry of Home Affairs Republik of Indonesia)
Abstract

There are seven groups of unofficial religions (penghayat kepercayaan) in Pekalongan District.  The issuance of Constitutional Court (MK) decision No. 97/ PUU-XIV/2016 did not automatically fulfill their civil rights.  There were various obstacles to implement the constitutional court decision. Therefore, this study specifically aimed to review their existence and the fulfillment of their civil rights after the Constitutional Court's decision. With a qualitative approach, and descriptive and literature methods, this study found that the social access of penghayat kepercayaan, such as the inclusion of  their beliefs in the religion part of the Identity Card ("KTP"), the availability of penghayat kepercayaan teachers at school, or marriage registration,  was yet to be fulfilled. The main obstacles were caused by the inadequate data collection of the penghayat kepercayaan population. Another obstacle was that, although the acceptance of the rest of the community towards the penghayat kepercayaan communities was quite good, the penghayat kepercayaan communities were still concern about them. Past discrimination seems to be main factor. For this reason, responsive works of the Pekalongan District Government are urgently needed to validate the data of penghayat kepercayaan communities and facilitate the social interactions across different communities to nurture a harmonious life in the district.

Keywords
Penghayat kepercayaan; civil rights; and constitutional Court
Klik untuk membaca artikel penuh
Pdf
References

Adzkiya’, U. (2018). Pemenuhan Pendidikan Keagamaan Bagi Penghayat Kepercayaan (Studi Kasus Di Komunitas Sedulur Sikep Kab. Kudus) [Magister Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana FKIP-UKSW].

Alwasilah, A. C. (2003). Pokoknya Kualitatif: Dasar-Dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif. Pustaka Jaya.

Ansyari, F., Amin, J., & Resmawan, E. (2018). Analisis Standar Pelayanan Pembuatan E-Ktp di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Paser. EJournal Administrative Reform, 6(3), 301–312.

Aryono, A. (2018). Pergulatan Aliran Kepercayaan dalam Panggung Politik Indonesia, 1950an-2010an: Romo Semono Sastrodihardjo dan Aliran Kapribaden. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 3(1), 58. https://doi.org/10.14710/jscl.v3i1.17855

Aziz, A. (2016). Diskriminasi Penganut Kepercayaan. Tirto.Id.

Aziz Faiz, A. (2018). Kebijakan Negara dalam Mengakomodir Agama Pribumi Perspektif Sosial-Antropologi. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran Dan Dakwah Pembangunan, 2(2), 211–226. https://doi.org/10.14421/jpm.2018.022-01

bbc.com. (n.d.). Putusan MK “angin segar” dan “memulihkan martabat” penghayat kepercayaan. BBC News Indonesia.

Budijanto, O. W. (2016). Penghormatan Hak Asasi Manusia Bagi Penghayat Kepercayaan di Kota Bandung. Hak Asasi Manusia, 7(1).

Cahyadi, W. (2018). Karya Musik “Ngragi.” Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Seni, 13(1), 11–20.

Colbran, N. (2010). Realities and challenges in realising freedom of religion or belief in Indonesia. The International Journal of Human Rights, 14(5), 678–704. https://doi.org/10.1080/13642980903155166

Dwintari, J. W. (2016). Kesetaraan Hak Memperoleh Pendidikan Kepercayaan Bagi Penghayat Kepercayaan [Universitas Sebelas Maret].

Erdianto, K. (2017). Mendikbud Larang Sekolah Mendiskriminasi Siswa Penghayat Kepercayaan. Kompas.Com.

Fadli, M. (2017). Constitutional Recognition and Legal Protection for Local Religion in Indonesia: A Discourse on Local Religion of the Tengger and Baduy People. Pertanika Journals Social Science & Humanities, 25(2). https://doi.org/10.1016/0042-6989(95)00038-2

Fasya, A. ‘Aunillah, Ahmad, A. A. H., Arifianto, M. L., & Zainurrakhmah. (2004). The Dynamics of Relation between the State and Local Religions in Indonesia: Between Idealism and Reality. Al-Albab, 4(2), 215–261.

Fulthoni, Arianingtyas, R., Aminah, S., & Sihombing, U. P. (2009). Memahami Diskriminasi; Buku Saku untuk Kebebasan Beragama. The Indonesian Legal Resource Center (ILRC).

geotimes.co.id. (2018). Memberi Keadilan bagi Penghayat. Geotimes.Co.Id.

Habsari, N. T. (2018). Adam Religion in the Religious Life of Samin Tribe in Sumberbening Village Ngawi 1969-1999. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 19(2), 155. https://doi.org/10.25077/jaisb.v19.n2.p155-165.2017

Hakiki, K. M. (2011). Politik Identitas Agama Lokal (Studi Kasus Aliran Kebatinan). Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 11(1), 159–174. https://doi.org/10.24042/AJSK.V11I1.617

Hamali, S. (2012). Dampak Konversi Agama terhadap Sikap dan Tingkah Laku Keagamaan Individu. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 7(2), 21–40. https://doi.org/10.24042/AJSLA.V7I2.503

Haryadi, D., Salfutra, R. D., & Darwance. (2018). Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016 tentang Pengujian Undang-Undang Administrasi Kependudukan Terhadap Penghayat Kepercayaan Orang Lom Suku Mapur di Kepulauan Bangka Belitung.

icjr.or.id. (2012). Mengenal Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik. Icjr.or.Id.

Isnur, M. (2012). Agama, Negara, dan Hak Asasi Manusia: Proses Pengujian UU 1/PNPS/1965 Tentang Pencegahan, Penyalahgunaan, Dan/atau Pengodaan Agama di Mahkamah Konstitusi. LBH Jakarta.

Kallioniemi, A., & Ubani, M. (2016). Religious Education in Finnish School System. In Miracle of Education. Brill | Sense. https://doi.org/10.1163/9789460918117_013

kompas.com. (2017). MK: Kolom Agama di KTP dan KK Dapat Ditulis "Penghayat Kepercayaan" Kompas.Com.

Koukounaras Liagkis, M. (2015). Religious Education in Greece: a New Curriculum, an Old Issue. British Journal of Religious Education, 37(2), 153–169. https://doi.org/10.1080/01416200.2014.944093

Kurniawan, I. (2015). Memerangi Diskriminasi Atas Minoritas. Kabar Kampoeng.

Lubis, S. (2019). Tinjauan Normatif Kurikulum Pendidikan Agama Islam Dalam Penanaman Nilai-Nilai Anti-Korupsi. Murabbi : Jurnal Ilmiah Dalam Bidang Pendidikan, 02(01), 31–47.

Magnis-Suseno, F., Sumaktoyo, S. N. G., Kolimon, M., Pasiak, T., Wahid, A., Mufid, A. S., Imanulhaq, M., & Sciortino, R. (2015). Agama, Keterbukaan dan Demokrasi Harapan dan Tantangan (Cetakan 1). Yayasan Paramadina.

Miharja, D. (2015). Sistem Kepercayaan Awal Masyarakat Sunda. Al-Adyan, 10(1), 19–36.

NFID. (2019). Kelompok Warga Rentan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan; ak Satupun Kelompok Rentan Tertinggal : Korban Pelanggaran HAM Masa Lalu, Masyarakat Adat, serta Minoritas Agama dan Keyakinan.

Panjaitan, A. K. (2018). Implikasi Pengosongan Kolom Agama dalam Kartu Tanda Penduduk Terhadap Pemenuhan Hak Konstitusional Umat Baha’i. Indonesian State Law Review, 1(1), 1–16.

programpeduli.org. (2018). Keadilan bagi Penghayat Kepercayaan. Programpeduli.Org.

Royani, Y. M. (2014). Problem Penghayat Kepercayaan di Jawa Tengah: Catatan untuk Tahun 2013. Elsaonline.Com.

Sudarto. (2017). Kondisi Pemenuhan Hak KonstitusionaL Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Qualitative and Quantitative Research Methods). Alfabeta.

Sukirno, S. (2018). Diskriminasi Pemenuhan Hak Sipil Bagi Penganut Agama Lokal. Administrative Law & Governance Journal, 1(3), 231–239.

Sulaeman, S., Malawat, M., & Darma, D. (2019). Konstruksi Makna Bakupukul Manyapu bagi Masyarakat Mamala Maluku. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 21(1), 61. https://doi.org/10.25077/jantro.v21.n1.p61-72.2019

Sulaiman, S. (2018). Problem Pelayanan terhadap Kelompok Penghayat Kepercayaan di Pati, Jawa Tengah. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 4(2), 207–220. https://doi.org/10.18784/smart.v4i2.649

Susetyo, H. (2017). Pencatatan Perkawinan bagi Golongan Penghayat. Jurnal Hukum & Pembangunan, 28(1–3), 149. https://doi.org/10.21143/jhp.vol28.no1-3.542

Suwardi. (2010). Etika Kebijaksanaan dalam Ajaran Budi Pekerti Luhur Penghayat Kepercayaan Kejawen. Makara, Sosial Humaniora, 14(1), 1–10.

Wahyu, D. N. (2019). Pendidikan Anak Penghayat Kepercayaan di SMA 9 dan SMP 59 Surabaya [UIN Sunan Ample].

Wahyudi, M. (2018). Analisis Masuknya Aliran Kepercayaan di Kolom Agama dalam Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk; (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016 tentang Yudicial Review Undang-Undang Administrasi Kependudukan) [Magister Ilmu Hukum].

Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia