Pengembangan Ekonomi Lokal Melalui Industrialisasi Tenunan Khas Bima ‘Tembe Nggoli' di Provinsi NTB

Author(s)
Arif Wahyudi (Department of Civic Education, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta)
Eny Kusdarini (Department of Civic Education, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta)
Abstract

The industrial sector is one of the economic drivers in a region. Meanwhile, the industrial sector development in Bima Region is still poorly managed, especially the center of the Tembe Nggoli weaving industry. Therefore, there is a need for efforts by the NTB provincial government to properly manage it. Local economic development which can be done for the product is by using the industrialization concept. Thus, the purpose of writing this article is to examine the industrialization concept by the NTB provincial government as an effort to develop the local economy. The results showed that industrialization efforts by the NTB provincial government included trainings which are based on skills affirmation, business management, production equipment assistance, capital assistance, and even the value of packaging and marketing coverage workshop. The outcome of the training is to provide an expansion of employment opportunities, increase the quality and production capacity. This article used a literature approach, by examining several journals, books, electronic printed documents, and information relevant to the study. The discussion of the article is divided into several parts, 1) Characteristics of the typical woven pattern of Bima Tembe Nggoli; 2) Industrialization as an effort to develop the local economy; 3) Discussion; and 4) Conclusion.

Keywords
Industrialization; Weaving; Tembe nggoli; Local economy.
Klik untuk membaca artikel penuh
Pdf
References

Agger, Ben. (2003). Teori Sosial Kritis: Kritik Penerapan Dan Implikasinya. Yogyakarta : Kreasi Wacana.

Andari, Isni & Sudarwati, Lina. (2015). Dampak Pembangunan Industri Terhadap Disverivikasi Mata Pencaharian, Interaksi Sosial dan Nilai Pendidikan Pada Masyrakat Pedesaan. Jurnal perspektif Sosiologi, Vol. 3,No. 1, Universitas Sumatera Utara. p.1.

Daeng, Mohamad Final. (2019). 05/2015 Melestarikan "Tembe" di Tanah Mbojo.

Dickenson dkk. (2014). Geografi Negara Berkembang. Yogyakarta : Penerbit Ombak.

Fitriana, A. (2019). ‘Budaya Rimpu sebagai eksistensi perempuan Islam di tanah Bima’. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya. Vol.21, no. 02.

Sugiarto, Hartanto, N. & Watanabe, Shigeru. (2003). Teknologi Tekstil. Jakarta. PT Pradnya Paramita.

Hatu, Rauf. (2011).“Perubahan Sosial Kultural Masyarakat Pedesaan : Suatu Tinjauan Teoritik-Empirik”. Jurnal Inovasi Ivdesember. p 2.

Kharimah, Uswatul. (2019). Tembe Nggoli (Sarung Tenun Khas Bima) 6/2015.

Lincolin, Arsyad. (2004). Ekonomi Pembangunan. Edisi Keempat. Yogyakarta : STIE YKPN.

Lestari, Desi Puji. (2019). Tenun Tembe Nggoli, Kain Tradisional Bima NTB Saksi Perkembangan Islam di Timur Indonesia. 10/2018.

Mahmud. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Pustaka Setia.

Margana, S. & Sam, Nur. (2010). Kota-Kota Di Jawa: Identitas, Gaya Hidup Dan Permasalahan Sosial. Yogyakarta : Ombak.

Nurdin, A. & Abrori, Ahmad. (2006). Mengerti Sosilogi Pengantar Memahami Konsep-konsep Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta.

Nurrofika (2020). ‘Tradisi Hanta Ua Pua Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Religi Di Bima’. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya. Vol.22, no. 01.

Robiani, B. (2005). Analisis Pengaruh Industrialisasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Selatan. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia, 6(1), 93-103.

Santosa, A. Budi (2006). Industrialisasi Dan Perdagangan Internasional. Journal Fokus Ekonomi : Vol. 5 No.3.

Sadilah, Herawati, dkk. (2003). Sistem Pengetahuan Kerajinan Tradisional Tenun Gedhog Tuban, Propinsi Jawa Timur. Yogyakarta: Proyek Pemanfaatan Kebudayaan Daerah.

Sukirno, Sadono. (2008). Ekonomi Pembangunan Proses Masalah san Dasar Kebijakan, Edisi ke 2. Jakarta : Kencana.

Siahaan, M. (2011). Makro Sosiologi Sebuah Pendekatan Terhadap Realitas Sosiologi. Jakarta: Rajawali Pers. p. 196.

Singgih, Bambang, S. (1991). Perkembangan Masyarakat Akibat Pertumbuhan Industri di Daerah-Daerah Jawa Timur. Jakarta: Depdikbud RI.

Siska. 2013. Dampak Industri Batubara Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di sekitar Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kertanegara. eJournal Administrasi Negara. 1. (2), p. 473-493.

Setiadi, Elly M. & Kollip, Usman. (2011). Pengantar Sosiologi : Pemahaman Fakta Dan Gejala Permasalahan Sosial. Jakarta Kencan.

Suwati, Kartiwa. (1993). Tenun Ikat/ Indonesian Ikats. Jakarta: Djambatan.

Sholihah, Mar’Atun. (2017). Kerajinan Tenun Tembe Nggoli Di Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. journal. student.uny.ac.id. p 134-141.

Sukandar, E. (2015). Eksternalitas Kegiatan Industri Terhadap Kinerja Jalan (Studi Kasus Jalan Sadang-Batas Purwakarta/ Subang). Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 11(2), 169.

Syaifullah. (2009). Industrialisasi, Manusia Industri dan Perubahan Sosial. JurnalGeografi GEA. 9. (1), hlm. 39-50. p.47.

Syaifullah & Nurnazmi (2019). Analisis Permodalan Buruh Tenun Tradisional Bima Pada Tenun Tembe Nggoli. Jurnal Pendidikan Sosiologi. Vol. III No. I.

Pemerintah Nusa Tenggara Barat. (2019). Tembe Nggoli, Salah Satu Unggulan UMKM Bima. 7/2019.

Pramono, R. (2018). "Pengaruh Fluktuasi Industrialisasi Terhadap Kapabilitas Masyarakat Pedesaan Di Magelang: Perspektif Perencanaan Wilayah," Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, vol. 14, no. 2, p. 95-107.

Vitasurya, V. R. (2016). Wisdom for Sustainable Development of Rural Tourism, Case on Kalibiru and Lopati Village, Province of Daerah Istimewa Yogyakarta. Procedia (Social and Behavioral Sciences), 97-108.

Widati, Riris.,W. (2002). “Perempuan Dalam Usaha Pertenunan Sulawesi Selatan”. Jurnal Perempuan edisi 22.

StatisticsStatistik Artikel

Artikel ini sudah dibaca : 60 kali
Dokumen Pdf sudah dibaca/diunduh : 0 kali