Peusijuek Local Wisdom Resilience of the Acehnese Within the Cultural Globalization Discourse

Author(s)
Adi Kasman (STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, West Aceh)
M. Ikhwan (STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, West Aceh)
Roni Hidayat (STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, West Aceh)
Abstract
This research is an effort to explain the experiences of acehnese people in defending local culture from the rapid flow of cultural globalization. Cultural globalization is the dissemination of ideas, meanings, and values that transcend cultural boundaries because they are assisted by the internet, media, and foreign travel so that it becomes a challenge for the local wisdom of the community. The purpose of this study is to see the transformation process carried out by the Acehnese people in maintaining the local wisdom of peusijuek as a cultural heritage of the Acehnese people in the past. The method used in this study is qualitative research with an anthropological approach to identify indicators used by the Acehnese people in maintaining the existence of local wisdom. This research was carried out in Aceh Barat Regency by considering the locus that was very supportive to be observed by the author. The results of the study show that the transformation process of peusijeuk local wisdom involves various dimensions such as educational institutions, traditional institutions, and also the level of public awareness of the importance of the value of local wisdom.
Keywords
Peusijuek; local wisdom; resilience; Acehnese; cultural globalization
Klik untuk membaca artikel penuh
Pdf
References

Adrianto, S. (2019). Peranan Pendidikan Sebagai Transformasi Budaya. CKI ON SPOT, 12(1).

Affandy, S. (2017). Penanaman Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Meningkatkan Prilaku Keberagaman Peserta Didik. Atthulab, II(2), 201–225.

Supriono, A., Ridwan, M., & Sarmini, M. (2017, October). Indigenous Ritual as Adhesive Social Harmonization: The Meaning of Peusijuek for Young People of Aceh, Indonesia. In Social Sciences, Humanities and Economics Conference (SoSHEC 2017) (pp. 146-150). Atlantis Press.

Amala, I. H. N., & Gafur, A. (2020). Tradisi Nyumpet dalam Budaya Lokal Pada Masyarakat Sekuro Kabupaten Jepara. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(1). https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n1.p81-89.2020

Ashif Az Zaf. (2018). Transformasi Budaya Melalui Lembaga Pendidikan (Pembudayaan dalam Pembentukan Karakter). Al-Ghazali, 1(11–16).

Ayu Budi Pratiwi, Farida, & Rischa Pramudia Trisnani. (2017). Optimalisasi Pendidikan Islam Dan Kearifan Lokal Dalam Membentuk Karakter Anak. Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling), 1(1).

Fauzi. (2018). Peran Pendidikan Dalam Transformasi Nilai Budaya Lokal di Era Millenial. Insania, 23(1), 55–65.

Haji Mohamed, A. (2017). Globalisasi Dan Impak Sosiobudaya. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 19(1). https://doi.org/10.25077/jantro.v19i1.68

Hariadi, J., Fadhillah, M. A., & Rizki, A. (2020). Makna Tradisi Peusijeuk dan Peranannya dalam Pola Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat di Kota Langsa. JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study, 6(2). https://doi.org/10.31289/simbollika.v6i2.3993

Ikhwan, M. (2021). Mengenal Moderasi Beragama. In Inayatillah (Ed.), Moderasi Beragama Dari Pinggir: Kumpulan Esai Wacana Moderasi Beragama di Aceh. Literasi Nusantara Abadi.

Khairunnisak, K. (2020). Jenis-jenis Tumbuhan dalam Tradisi Peusijuek Masyarakat Aceh dan Makna Filosofisnya. Jurnal Adabiya, 21(1). https://doi.org/10.22373/adabiya.v21i1.6456

Kurniawan, N. A. (2020). Resilience Thinking with Local Wisdom in Disruptive Era. https://doi.org/10.2991/assehr.k.201219.095

Marzuki. (2011). Tradidi Peusijuk Dalam Masyarakat Aceh: Integritas Nilai-Nilai Agama dan Budaya. El-HARAKAH, 13(2), 133–149.

Mubah, A. S. (2011). Strategi Meningkatkan Daya Tahan Budaya Lokal dalam Menghadapi Arus Globalisasi. Tahun, 24(4), 302–308.

Noviana, N. (2019). Integritas Kearifan Lokal Budaya Masyarakat Aceh Dalam Tradisi Peusijuk. DESKOVI : Art and Design Journal, 1(1). https://doi.org/10.51804/deskovi.v1i1.283

Nurdin, A. (2013). Revitalisasi Kearifan Lokal Di Aceh: Peran Budaya dalam Menyelesaikan Konflik Masyarakat. Analisis, XIII(1), 135–154.

Oktosiyanti MT. Abdullah. (2016). Peran Lembaga Adat Dalam Proses Enkulturasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tidore dan Pengaruhnya Terhadap Pembentukan Karakter Remaja Di Kelurahan Tidore Kelurahan Soasio, Kota Tidore Kepulaauan. Edukasi, 13(2), 244–259.

Riezal, C., Joebagio, H., & Susanto. (2018). Konstruksi Makna Tradisi Peusijuek Dalam Budaya Aceh. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 20(2), 145–155.

Ronald Tambunan, J. (2021). Pengembangan Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa Berwawasan Kearifan Lokal. Jurnal Widya, 1(2). https://doi.org/10.54593/awl.v1i2.3

Samad, S. A. A. (2015). Character Education Base on Local Wisdom in Aceh (Study on Tradition of Children Education in Aceh Community). Al-Ulum, 15(2). https://doi.org/10.30603/au.v15i2.206

Supian, Selfi Mahat Putri, dan F. (2017). Peran Lembaga Adat Dalam Melestarikan Budaya Melayu Jambi. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 1(2), 191–203.

Susilo, A., & Irwansyah, Y. (2019). Pendidikan Dan Kearifan Lokal Era Perspektif Global. Sindang: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Kajian Sejarah, 1(1). https://doi.org/10.31540/sdg.v1i1.193

Yuristia, A. (2018). Peran Pendidikan Dalam Tranformasi Nilai Budaya Lokal Di Era Millenial. Jtimaiyah Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya, 2(1).

StatisticsStatistik Artikel

Artikel ini sudah dibaca : 89 kali
Dokumen Pdf sudah dibaca/diunduh : 2 kali